Khazanah

Hukum Mempercepat Sahur sebelum Tengah Malam, Emang Boleh?

Oleh: Admin Rabu 12 Mar 2025, 04:18 WIB
Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, umat Islam dianjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur, yaitu mendekati waktu Subuh.

AYOJAKARTA.COM -- Sahur merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Makan sahur tidak hanya memberikan energi untuk menjalani puasa sepanjang hari, tetapi juga merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Namun, muncul pertanyaan di kalangan umat Islam, apakah sahur yang dilakukan sebelum pukul 12 malam masih dianggap sahur yang berpahala? Mari kita simak penjelasannya.

Baca Juga: Aduh, Ada Orang Rajin Puasa tapi Tidak Salat! MUI Sindir Pahalanya

Dalam Islam, waktu sahur berlangsung hingga menjelang waktu Subuh, yang ditandai dengan adzan Subuh.

Sebagai pengingat, ada pula waktu imsak yang memberi tanda bahwa waktu sahur hampir berakhir.

Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, umat Islam dianjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur, yaitu mendekati waktu Subuh.

Hal ini bertujuan agar tubuh mendapatkan asupan energi yang cukup dan lebih kuat dalam menjalankan ibadah puasa sepanjang hari.

Jadi, sahur sebelum pukul 12 malam, apakah masih dapat pahala?

Berdasarkan penjelasan dari Ustadz Ahmad Khan, waktu sahur sebenarnya dimulai setelah pertengahan malam, yaitu setelah pukul 12 malam.

Jika seseorang makan sahur sebelum waktu tersebut, maka secara teknis itu tidak dianggap sebagai sahur dalam konteks ibadah puasa.

Oleh karena itu, sahur yang dilakukan sebelum tengah malam tidak mendapatkan pahala sunnah yang dianjurkan.

Sebaliknya, lebih baik mengikuti anjuran Rasulullah SAW dengan mengakhirkan sahur agar mendapatkan manfaat yang optimal, baik secara fisik maupun spiritual.

 Baca Juga: Gebrakan Baru! Indonesia Airlines Siap Guncang Industri Penerbangan dengan Layanan Premium Internasional

Jadi untuk mendapatkan pahala sahur yang dianjurkan, sebaiknya makan sahur dilakukan setelah pukul 12 malam dan lebih baik jika mendekati waktu Subuh.

Oleh karenanya, tubuh akan lebih siap menghadapi puasa dan sekaligus mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam