AYOJAKARTA.COM -- Puasa dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu proses detoksifikasi tubuh, meningkatkan respons insulin, menjaga berat badan ideal, hingga mendukung kesehatan otak melalui produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).
Namun, meskipun menyehatkan bagi banyak orang, ada beberapa kondisi medis yang membuat seseorang tidak dianjurkan untuk berpuasa karena bisa berisiko bagi kesehatannya.
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (LK-MUI), Dr. dr. Bayu Wahyudi SpOG, MPHM, MHKes, MM, mengungkapkan bahwa ada empat kondisi medis yang sebaiknya tidak dipaksakan untuk menjalankan puasa.
Baca Juga: Aduh, Ada Orang Rajin Puasa tapi Tidak Salat! MUI Sindir Pahalanya
Hal ini dilakukan demi mencegah risiko komplikasi kesehatan yang lebih serius.
1. Penderita Diabetes Tipe 1
Orang yang mengidap diabetes tipe 1 biasanya bergantung pada insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Jika mereka tetap berpuasa, risiko mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah bisa meningkat drastis dan membahayakan tubuh.
2. Penderita Gagal Ginjal Kronis
Bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi ginjal kronis, puasa bisa memperburuk kondisi karena berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Hal ini bisa berakibat fatal, terutama bagi pasien yang menjalani terapi cuci darah atau memiliki gangguan ginjal yang sudah parah.
3. Ibu Hamil dan Menyusui
Wanita yang sedang hamil atau menyusui memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi untuk menjaga kesehatan diri dan bayinya.
Jika berpuasa, asupan makanan dan cairan yang berkurang bisa berdampak pada pertumbuhan janin atau produksi ASI, yang dapat berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi.
4. Penderita Gangguan Pencernaan Parah
Mereka yang memiliki masalah pencernaan serius, seperti tukak lambung akut, sangat dianjurkan untuk tidak berpuasa. Lambung yang dibiarkan kosong dalam waktu lama bisa meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk kondisi, bahkan berisiko menyebabkan komplikasi yang lebih berat.
Dr. Bayu menekankan bahwa dalam Islam, ada keringanan bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu untuk tidak berpuasa. Oleh karena itu, memahami kondisi tubuh sendiri sebelum menjalankan ibadah puasa adalah langkah yang bijak agar kesehatan tetap terjaga.