Khazanah

Hati-hati! Ini 9 Ciri Puasa yang Bisa Jadi Sia-Sia, dari Berbohong hingga Ghibah

Oleh: Muhammad Nandava Prapdhianto Sabtu 08 Mar 2025, 05:29 WIB
Ilustrasi yang membatalkan puasa.

AYOJAKARTA.COM – Puasa merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan bagi umat Islam.

Secara hukum, puasa terbagi menjadi dua, yaitu wajib dan sunah. Puasa di bulan Ramadan diwajibkan bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.

Adapun syarat wajib berpuasa adalah beragama Islam, balig, berakal, sehat, mampu, tidak sedang dalam perjalanan jauh (musafir), serta suci dari haid dan nifas.

Saat berpuasa, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa hingga waktu magrib.

Namun, ada beberapa hal yang bisa membuat puasa menjadi sia-sia. Bahkan, disebutkan bahwa ibadah orang tersebut tidak akan bernilai di sisi Allah.

Lantas, siapa saja yang puasanya bisa menjadi sia-sia? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Berkumur saat Wudhu Dalam Kondisi Puasa Ramadan Apakah Batal?

9 Ciri Puasa yang Sia-sia

1. Tidak Ikhlas

Orang yang berpuasa tetapi tidak ikhlas hanya akan merasakan lapar dan dahaga tanpa memperoleh pahala.

Seperti ibadah lainnya, puasa harus didasari oleh iman dan keikhlasan agar diterima oleh Allah.

2. Berbohong

Kebohongan, termasuk kesaksian palsu, dapat mengurangi pahala puasa. Orang yang terus-menerus berbohong akan sulit mendapatkan keberkahan dari puasanya.

3. Berkata Kotor

Mengucapkan kata-kata kotor, kasar, atau tidak pantas juga bisa membuat puasa menjadi sia-sia. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam menjaga lisan selama berpuasa.

4. Mengadu Domba

Mengadu domba, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dapat merusak hubungan antarsesama dan menghilangkan pahala puasa.

5. Ghibah (Menggunjing)

Ghibah, yaitu membicarakan keburukan orang lain, merupakan salah satu dosa besar. Bahkan, dalam Al-Qur'an, ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal.

6. Tidak Menjaga Pandangan

Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah adalah bagian dari ibadah puasa. Ini berlaku baik di dunia nyata maupun di dunia digital.

7. Fitnah

Fitnah lebih buruk dari ghibah karena melibatkan kebohongan yang merugikan orang lain. Perbuatan ini dapat menghapus pahala puasa seseorang.

8. Memberikan Kesaksian Palsu

Kesaksian palsu adalah bentuk kebohongan yang lebih besar karena dapat mencelakakan orang lain. Ini termasuk dalam perbuatan yang bisa merusak nilai ibadah puasa.

9. Melakukan Maksiat

Selain delapan poin di atas, melakukan berbagai bentuk maksiat juga bisa mengurangi pahala puasa. Oleh karena itu, umat Islam harus senantiasa berusaha menjauhi perbuatan dosa, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang hidup.***

Reporter Muhammad Nandava Prapdhianto
Editor Tedi Rukmana