Khazanah

Catat Ya! Buya Yahya Bagikan 10 Cara Mengubah Aktivitas Sehari-hari Menjadi Ibadah yang Bermakna

Oleh: Fina Salsabila Aura Rabu 05 Mar 2025, 16:51 WIB
Buya Yahya

AYOJAKARTA.COM - Buya Yahya, seorang ulama terkemuka Indonesia, dalam ceramahnya memberikan pandangan mendalam tentang konsep ibadah yang melampaui pemahaman konvensional.

Buya Yahya mengajak umat muslim untuk beribadah secara total. 

"Jangan ibadah anda hanya pergi ke musala, jangan ibadah anda hanya di saat pergi ke masjid," ujarnya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Buya Yahya. 

Ceramah Buya Yahya berfokus pada transformasi spiritual selama Ramadhan, di mana setiap aktivitas - mulai dari berdagang di pasar hingga berkendara - dapat menjadi bentuk ibadah yang bermakna.

Baca Juga: Alternatif Pengganti A56 dan A36! Samsung Galaxy A26 Hadir sebagai versi Murah dengan Spek Premium

Buya Yahya secara khusus menekankan bahwa Ramadhan bukanlah sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum untuk pembersihan spiritual yang menyeluruh.

Salah satu kontribusi paling menarik dari ceramahnya adalah konsep fleksibilitas beribadah.

Dia memberikan contoh praktis melakukan salat di atas kendaraan, yang sebelumnya dianggap tidak lazim.

"Salat di atas kendaraan itu sepanjang jalan akan jadi saksi bagi anda," ujarnya, sambil memberikan petunjuk teknis seperti membawa air wudu di mobil dan menyesuaikan gerakan salat dengan kondisi ruang terbatas.

Buya Yahya bahkan memotivasi jamaahnya untuk melihat setiap perjalanan sebagai kesempatan beribadah.

Dengan kutipan menggugah: "Supaya apa ini banyak faedahnya hari ini salat di atas kendaraan:

Baca Juga: Jadwal Sholat Maghrib dan Buka Puasa Hari Ini 5 Ramadhan 2025 di JABODETABEK dan Wilayah Sekitarnya

- Pertama biar kamu tidak gampang ngedumel di Jakarta karena macet,

- Kedua agar kamu tidak banyak tolah-tolah lihat aurat,

- Ketiga agar kamu selalu menghubungkan dengan Allah."

Dalam konteks perdagangan dan interaksi sosial, Buya Yahya menghadirkan konsep spiritualitas yang sangat praktis.

Dia mengajak para pedagang untuk mengubah cara berdagang selama Ramadhan.

"Pastikan dalam perdagangan Anda bulan ini tahun ini di Ramadhan sedikit berubah. Omongan yang mungkin selama ini kita sering ada tambahan kebohongan menjadi tidak berbohong," jelasnya

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya menjaga etika spiritual dalam setiap interaksi, termasuk di pasar.

Baca Juga: Awas Tertipu! Harga Minyak Goreng Melonjak, Minyakita Palsu Bermunculan di Pasar

"Jangan ngomong lantur, ngidul komentar tentang siapa menterinya, kemudian artis itu kenapa, kemudian ini gak usah bicara aneh-aneh," tegasnya.

Buya Yahya bahkan memberikan perspektif mendalam tentang puasa, yang menurutnya bukan sekadar menahan lapar.

Melainkan pengendalian total, termasuk "mulut tidak mencaci, mulut tidak mengolok."***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky