AYOJAKARTA.COM - Khusyuk dalam salat tarawih adalah dambaan setiap Muslim. Namun, seringkali godaan pikiran, kelelahan, atau kesibukan duniawi membuat hati sulit fokus.
Di bulan suci Ramadan ini, ada amalan doa warisan ulama yang dapat membantu kamu meraih kekhusyukan dalam salat Tarawih. Berikut ulasan lengkapnya!
Mengapa Khusyuk dalam Tarawih Penting?
Khusyuk adalah kondisi hati yang tenang, fokus, dan menghadirkan keagungan Allah SWT dalam setiap gerakan salat. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيُصَلِّي الصَّلَاةَ مَا يُكْتَبُ لَهُ مِنْهَا إِلَّا عُشْرُهَا تُعْشَرُهَا… حَتَّى يَنْصَرِفَ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُهَا
“Seseorang bisa saja salat, tetapi hanya sepersepuluh, sepersembilan… yang dicatat (pahalanya), hingga ia selesai salat dan hanya mendapat pahala sesuai kadar kekhusyukannya.” (HR. Ahmad).
Salat Tarawih yang khusyuk tidak hanya mendatangkan pahala berlipat, tetapi juga ketenangan jiwa dan kedekatan dengan Allah SWT.
Baca Juga: Resep Sahur Praktis ala Chef Devina Telur Saus Tiram Lembut Mirip Sapo Tahu Restoran
Doa Khusus untuk Khusyuk dalam Tarawih
Menurut Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar (murid Habib Thohir bin Umar Al Haddad), terdapat doa khusus yang diamalkan para ulama untuk memohon kekhusyukan dalam Tarawih. Berikut bacaannya:
اَللّٰهُمَّ قَابَلْنَاكَ فَاقْبَلْنَا وَعَلَى طَاعَتِكَ أَعِنَّا يَاكَرِيْمْ
"Allahumma qoo balnaaka faqbalnaa wa ‘alaa thoo’atika a’innaa yaa kariim"
Artinya: “Ya Allah, kami telah menghadap-Mu, maka terimalah (salat) kami. Dan di dalam ketaatan kepada-Mu, tolonglah kami, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.”
Baca Juga: Segera Kumpulkan Data! Tunjangan Sertifikasi Guru Cair Langsung ke Rekening sebelum Lebaran 2025
Cara Mengamalkan Bacaan Tersebut:
1. Baca doa ini 3 kali sebelum memulai salat Tarawih.
2. Hadirkan hati dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permohonan.
3. Lanjutkan dengan niat salat Tarawih dan usahakan untuk menghindari gangguan (matikan notifikasi gadget, pilih tempat tenang).
Rahasia keutamaan doa ini memohon pertolongan allah, kata "a’innaa" (tolonglah kami) mencerminkan sikap tawakal bahwa kekhusyukan hanya bisa diraih dengan bantuan-Nya.