Khazanah

Kapan Satu Suro? Ini Alasan kenapa Miliki Makna Spiritual bagi Masyarakat Jawa

Oleh: Awit Wiarni Senin 17 Jul 2023, 06:23 WIB
Perayaan ini jatuh pada tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa, yang biasanya bertepatan dengan bulan Muharram dalam penanggalan Hijriyah.

AYOJAKARTA.COM – Satu Suro adalah salah satu perayaan tradisional yang memiliki makna penting bagi masyarakat Jawa.

Perayaan ini jatuh pada tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa, yang biasanya bertepatan dengan bulan Muharram dalam penanggalan Hijriyah.

Pada tahun ini Satu Suro jatuh pada tanggal 18 Juli 2023. Makna dan simbolisme yang terkait dengan perayaan Satu Suro sangatlah kaya, dan memainkan peran yang penting dalam budaya dan kehidupan masyarakat Jawa.

Satu Suro secara harfiah berarti "satu bulan" dalam bahasa Jawa, mengacu pada bulan pertama dalam penanggalan Jawa. Perayaan ini dipercaya memiliki nilai spiritual dan religius yang tinggi.

Bagi masyarakat Jawa, Satu Suro merupakan momen untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki diri, dan memulai kehidupan yang baru.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MoelTV, 17 Juli 2023, masyarakat Jawa meyakini bahwa Satu Suro merupakan awal dari tahun baru Jawa, yang disebut dengan "Tahun Baru Jawa" atau "Suro".

Baca Juga: Ramalan Jawa Satu Suro, 7 Weton Ini akan Sangat Beruntung, Apa Saja?

Tahun Baru Jawa dipercaya sebagai momen yang penuh dengan kesuburan dan harapan baru. Banyak masyarakat Jawa yang melaksanakan ritual keagamaan, seperti ziarah ke makam leluhur dan pusat-pusat spiritual, untuk berdoa dan memohon berkah serta perlindungan.

Selain itu, Satu Suro juga dikaitkan dengan tradisi-tradisi yang mengandung makna simbolik dalam kehidupan masyarakat Jawa. Salah satunya adalah tradisi "Grebeg Suro," di mana masyarakat berkumpul untuk mengadakan pawai dan prosesi bersama.

Grebeg Suro merupakan ajang untuk memperkuat ikatan sosial dan menjaga kebersamaan antara warga masyarakat. Prosesi ini juga diisi dengan atraksi seni tradisional, seperti tari-tarian, wayang kulit, dan musik gamelan.

Satu Suro juga memiliki makna sebagai momen refleksi dan introspeksi. Masyarakat Jawa memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat kembali perjalanan hidup mereka, menghargai prestasi yang telah dicapai, serta mengevaluasi dan memperbaiki kelemahan diri.

Mereka berusaha untuk memulai tahun yang baru dengan pikiran yang positif dan niat yang baik, serta berkomitmen untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan mereka.

Baca Juga: Kapan 1 Suro 2023 dan Apa Itu? Berikut Makna dan Tradisi Masyarakat Jawa

Secara keseluruhan, Satu Suro memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Jawa. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan awal tahun baru, tetapi juga untuk menyucikan diri, menguatkan ikatan sosial, dan merefleksikan diri.

Nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang diwariskan melalui Satu Suro menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan kehidupan masyarakat Jawa.

Reporter Awit Wiarni
Editor Aris Abdulsalam