AYOJAKARTA.COM - Idul Adha jatuh pada 29 Juni 2023 semetara apabila dengan metode hisab akan jatuh pada 28 Juni 2023. Siap puasa Tarwiyah dan Arafah?
Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah puasa yang dilaksanakan jelang hari raya haji. Hari raya haji sendiri merupakan Hari raya Idul Adha, hari dimana banyak hewan akan disembelih untuk dikurbankan, dan dagingnya akan dibagikan kepada sesama.
Dikutip melalui laman NU oleh ayojakarta.com pada 26 Juni 2023, terdapat perbedaan niat dalam melaksanakan ibadah sunnah puasa Tarwiyah dan Arafah atau puasa jelang Idul Adha.
Namun, sebelum itu, terdapat jadwal untuk berpuasa Tarwiyah dan Arafah jelang Idul Adha yang merupakan sunnah mu’akad atau sunnah yang dianjurkan.
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah atau Puasa Jelang Idul Adha 1444 Hijriah adalah sebagai berikut.
Baca Juga: Besok Puasa Apa 27 Juni 2023? Ini Niat Puasa Tarwiyah dan Keutamaannya
8 Dzulhijjah 1444 jatuh pada 27 Juni 2023. Puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai puasa Tarwiyah, terjadi sehari sebelum puasa Arafah atau wukuf di Arafah bagi jamaah haji.
9 Dzulhijjah 1444 jatuh pada 28 Juni 2023. Puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah dikenal dengan puasa Arafah karena dilaksanakan saat para jamaah haji sedang wukuf di Arafah.
Jadwal tersebut berdasarkan penghisaban hilal yang dilakukan oleh Pemerintah yang memutuskan Idul Adha 1444/2023 jatuh pada 29 Juni 2023.
Baca Juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah, Lengkap Beserta Niat dan Artinya
Lantas, benarkah niat puasa haji berbeda-beda? Benar, disebutkan terdapat beberapa perbedaan dari niat puasa jlang Idul Adha atau biasa disebut puasa haji.
1. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Niat tersebut memiliki arti, “saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
2. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Arti dari niat tersebut adalah “saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
Termasuk dalam puasa sunnah, maka niat puasa haji bisa dinyatakan pada siang hari, apabila lupa diucap saat malam hari sebelumnya. Namun terdapat perbedaan niat puasa haji dalam siang hari, sebagaimana berikut ini.
1. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Kalimat tersebut memiliki arti, “saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
2. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Niat tersebut memiliki arti, “saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
Sedangkan, untuk jamaah haji makruh hukumnya untuk melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Hal ini karena mereka diharuskan melakukan wukuf di Arafah.