AYOJAKARTA.COM - Perayaan hari raya Idul Adha yang berlangsung setiap bulan Dzulhijjah selalu diidentikkan dengan hari qurban.
Saat perayaan Idul Adha, setiap umat muslim akan berlomba-lomba dalam menggapai kebaikan dengan cara menyembelih hewan qurban.
Perayaan Idul Adha yang dilakukan umat muslim setiap tahun adalah bentuk penghayatan terhadap ajaran Rasulullah SAW dari pendahulunya, yakni Nabi Allah Ibrahim AS.
Meski telah menjadi ibadah rutin, namun tidak sedikit umat muslim yang masih belum memahami hikmah dari berqurban.
Dalam salah satu kajian, Ustaz Muhammad Abdul Tuasikal sempat menjelaskan mengenai hikmah dibalik qurban.
Pertama, qurban adalah bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan yang telah diberikan.
Baca Juga: Idul Adha Sebentar Lagi! Bolehkah Bagikan Daging Kurban dalam Bentuk Masakan? Simak Penjelasannya
Dengan adanya limpahan syukur yang telah diberikan oleh Allah SWT, seorang hamba kemudian mengaktualisasikannya dengan jalan memberi.
Pemberian tersebut ditunjukkan dengan melakukan pemberian hewan sembelihan untuk diberikan kepada yang mengalami himpitan.
Kedua, qurban dilaksanakan untuk menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim Khalilullah atau Kekasih Allah SWT.
Dimana dalam riwayat diterangkan bahwa Nabi Ibrahim AS diminta oleh Allah SWT untuk menyembelih anak yang begitu dicintainya.
Peristiwa Nabi Ibrahim yang diminta untuk menyembelih Nabi Ismail AS tersebut terjadi ketika Hari An-Nahr atau Idul Adha.
Melalui mimpi, Nabi Ibrahim AS diminta Allah SWT untuk menyembelih putranya yang sudah lama dinantikan kehadirannya.
Baca Juga: Libur Idul Adha 2023 Tanggal Berapa dan Apakah Ada Cuti Bersama? Cek Lagi SKB 3 Menteri di Sini
Nabi Ismail serta Nabi Ibrahim yang sudah ikhlas dengan permintaan Allah SWT tersebut kemudian bermaksud melaksanakan qurban.
Namun kemudian Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan Kibasy, atau hewan sebagai pengganti qurban.
Ketiga, salah satu hikmah yang terkandung dalam peristiwa qurban adalah agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim AS serta Ismail AS.
Keberanian Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih dan keikhlasan Nabi Ismail untuk disembelih merupakan bentuk kecintaan terhadap Allah SWT.
Dengan pengorbanan tersebut, maka cobaan yang dialami Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS diangkat Allah SWT serta diganti dengan kenikmatan.
Keempat, ibadah qurban memiliki nilai yang lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban.
Baca Juga: 12 Twibbon Idul Adha 2023 Siap Pakai dan Bagikan di Medsos, Klik di Sini!
Hal ini terjadi karena ibadah qurban memiliki keterikatan yang erat dengan kaidah waktu tertentu, sedangkan sedekah bisa dilakukan kapanpun.
Kelima, tujuan yang dicari setiap mukmin ketika melakukan ibadah qurban adalah mencapai keikhlasan dan ketakwaan seperti tertulis dalam Al Quran di Surat Al Hajj ayat 37.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Rabu, 7 Juni 2023 dari kanal YouTube Rumaysho TV.***