AYOJAKARTA.COM –Pasca Ramadan usai, umat muslim akan memasuki bulan Syawal. Menjadi bulan meraih kemenangan karena adanya Idul Fitri, mengapa banyak pernikahan di Bulan Syawal.
Ustaz Abdul Somad pernah menjelaskan dalam sebuah ceramahnya tentang hukum menikah di Bulan Syawal yang mana lebih banyak dari bulan lain ditandai banyaknya undangan bertebaran.
Sebagaimana dikutip oleh ayojakarta.com melalui kanal YouTube Santri Muda pada 3 Mei 2023, ternyata ini hukum menikah di Bulan Syawal menurut Ustaz Abdul Somad.
Baca Juga: Netizen Pertanyakan Lanjutan Kasus Reihana Kepala Dinkes Lampung, KPK Lakukan Panggilan Pekan Ini
Seorang jamaah bertanya pada sosok ustaz yang dikenal melalui ceramahnya yang penuh semangat dan kadang diberi humor agar menyegarkan, Ustaz Abdul Somad.
“Ustaz, bagaimana hukumnya menikah di bulan Syawal dan kata nenek mama saya, dilarang menikah diantara dua khutbah,” tanya seorang jamaah pada Ustaz Abdul Somad.
UAS, sapaan akrab Ustaz Abdul Somad pun menjawab dengan jelas dan sederhana, tidak lupa dengan lelucon khasnya.
“Bagaimana hukum menikah di bulan syawal? Rasulullah SAW dan Aisyah menikah di Bulan Syawal, jadinya sunnah,” jelas UAS.
Menurut laman kalsel.kemenag.go.id, hal ini berdasarkan budaya jahiliyah di Arab yang menjadikan sebuah hadits keluar dan menjadikan menikah di bulan Syawal adalah sunah.
“Ummul Mukminin ‘Aisyah ra., ia menuturkan bahwa Rasulullah Saw. menikahiku (Siti Aisyah) pada bulan Syawal dan tinggal bersamaku pada bulan Syawal. Lalu adakah di antara isteri Rasulullah Saw. yang lain yang lebih beruntung di sisi beliau daripada aku?” Hadits Riwayat ini dapat dilihat dalam beberapa kitab hadits, misal Muslim nomor 1423.
Jaman jahiliyah di Arab, seseorang enggan menikahkan anaknya di Bulan Syawal. Selain itu, banyak laki-laki yang ditolak dan perempuan dilarang untuk menikah.
Menikah pada Bulan Syawal yang juga disebut diantara dua khutbah, atau khutbah salat Idul Fitri dan Idul Adha, menjadikan tidak adanya yang menikah di bulan Syawal.
Namun, Rasulullah menikah di Bulan Syawal untuk memecah mitos tersebut, dan perilaku dari Rasulullah merupakan hadits.
Sebelum menjelaskan, UAS bertanya pada jamaahnya apakah yang dimaksud dengan dua khutbah itu yang mana menimbulkan gelak tawa para jamaah.
“Nenek mama melarang menikah di antara dua khutbah,” jelas video dari kanal Youtube santri muda.
Yang dimaksud dengan dua Khutbah ceramah Idul Fitri hingga antara Idul Adha, yang mana pematahan mitos tersebut justru menjadi tren menikah saat ini. ****