Khazanah

Puasa 6 Hari di Bulan Syawal adalah Kesempatan Berharga Bagi Kaum Muslim yang Telah Baliq, ini Sebabnya

Oleh: Karseno AJ Minggu 23 Apr 2023, 15:37 WIB
Ustaz Adi Hidayat

AYOJAKARTA.COM - Setelah berpuasa selama satu bulan di bulan Ramadan, umat musim masih mendapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah pada bulan Syawal.

Puasa di bulan Syawal tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak jenis ibadah yang dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW.

"Nama puasanya adalah puasa enam hari di bulan Syawal," terang Ustaz Adi Hidayat ketika membahas mengenai puasa yang dimaksud.

Baca Juga: Pasca Ramadan Ibadah Loyo? Jangan Dong! Begini Tips Agar Tetap Istiqomah Beribadah Menurut Ustaz Adi Hidayat

Ibadah Puasa Sunnah selama 6 hari tersebut, bukanlah puasa di hari Senin atau di hari Kamis, menurut Ustaz Adi Hidayat.

Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat mejelaskan mengenai salah satu keutamaan dari orang-orang yang melakukan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal.

"Sesudah puasa ramadan, maka barang siapa yang mengerjakan puasa ini, maka dia seakan telah berpuasa sepanjang tahun," jelas UAH mengutip hadist Rasulullah SAW.

Baca Juga: Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Harus Dikerjakan, Berikut Kata Ustaz Adi Hidayat

Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa siapapun yang telah baliq dapat melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal.

"Puasa ini tidak dikhususkan bagi kalangan tertentu, melainkan terbuka dan bisa dilakukan oleh insan yang telah baliq," terang Ustaz Adi Hidayat kepada jamaah.

Terkait dengan pelaksanaan waktu melakukan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal, Ustaz Adi Hidayat juga memberikan penjelasan.

Baca Juga: Siapkan dari Sekarang! Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri Oleh Ustaz Adi Hidayat

Menurut Ustaz Adi Hidayat pemberlakuan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal haram jika dilakukan pada tanggal 1 Syawal.

"Tidak dibenarkan itu puasa di hari pertama di bulan Syawal, dan itu hukumnya haram," terang Ustaz Adi Hidayat.

Adapun alasan Baginda Rasulullah SAW melarang puasa di awal bulan Syawal, menurut Ustaz Adi Hidayat karena pada hari itu umat Islam diharuskan berbuka.

Baca Juga: Ini Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Menurut Ustaz Adi Hidayat!

Berdasarkan redaksional yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW mengenai hadist tersebut, diketahui waktu pelaksanaan puasa 6 hari di bulan Syawal.

"Jeda penunaiannya itu diberikan kelonggaran oleh Nabi SAW dari sejak awal Syawal sampai dengan akhir Syawal," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Lebih jauh lagi, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal dapat dilakukan pada hari kedua dan seterusnya.

Baca Juga: Yuk Nabung Pahala! Ini Amalan yang Harus Dikerjakan Pada Malam Lailatul Qadar Menurut Ustaz Adi Hidayat

"Jadi hari pertama di bulan Syawal, tidak ada puasa, tapi bisa dimulai pada hari kedua, hari ketiga dan hari ketiga puluhnya," imbuh Ustaz Adi Hidayat.

Mengingat Rasulullah SAW telah memberikan kemudahan bagi umatnya, UAH menyarankan agar kaum muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

"Kalau tidak sanggup berurutan, diperbolehkan untuk melakukan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal dengan cara memilih jeda dan waktu pelaksanaan," jelas UAH.

Baca Juga: Ternyata ini Ciri-ciri Orang yang Berhasil Mendapatkan Malam Lailatul Qadar kata Ustaz Adi Hidayat

Besarnya manfaat bagi yang melakukan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal, Ustaz Adi Hidayat kembali memberikan manfaat bagi yang melakukan.

"Ini hanya terjadi satu kali dalam setahun, ini spesial, jadi kalau tidak dilakukan tahun ini, harus menunggu pada tahun berikutnya, itupun kalau masih hidup" pungkas UAH.

Demikian keutamaan mengenai puasa 6 hari di bulan Syawal yang dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 23 April 2023 dari akun YouTube Ukhti HTA. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris