AYOJAKARTA.COM - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H tepatnya pada 1 Syawal, umat Islam disunnahkan melakukan puasa selama 6 hari.
Buya Yahya menyampaikan keutamaan menunaikan puasa Syawal 6 hari seperti sabda Rasulullah SAW.
Hal ini juga diajarkan oleh Rasulullah SAW bahwa keutamaan puasa Syawal 6 hari yakni sama seperti puasa sepanjang masa.
Baca Juga: Siap-siap! Pencairan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap Kedua Segera Dilakukan
"Disunnahkan puasa sunnah 6 hari di bulan syawal," ungkap Buya Yahya dikutip melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
"Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, barang siapa berpuasa di bulan Ramadan kemudian ditambah dari bulan Syawal seperti orang berpuasa sepanjang masa, maka datang pahala yang luar biasa," sambungnya.
Namun puasa 6 hari di bulan Syawal ini terhitung dari tanggal 2, karena puasa di tanggal 1 diharamkan.
"Maka sunnah, jadi setelah tanggal 1 syawal, tanggal 1 Syawal haram berpuasa," kata Buya Yahya.
Baca Juga: Siap-siap! Pencairan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap Kedua Segera Dilakukan
Melakukan puasa sunnah Syawal selama 6 hari boleh beriringan secara langsung maupun tidak harus beriringan.
"Baru anda boleh memulai tanggal 2, 3, 4 dan tidak harus langsung, yang penting kita ambil 6 hari di bulan Syawal," jelas Buya Yahya.
Meskipun keutamaannya sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa lebih bagus apabila puasa 6 hari berturut di bulan Syawal.
"Memang keutamaan ada agar kita seiring dengan sabda nabi, lebih bagus lagi kalau kita bisa mengikuti langsung beriringan," ungkap Buya Yahya.
Baca Juga: Jessica Iskandar Unggah Foto Penampakan Hidung Barunya Pasca Oprerasi, Netizen: Mirip Nikita Mirzani
"Setelah tanggal satu berbuka bareng-bareng, baru tanggal 2, 3, 4, 5, 6, 7, maka setelah itu kufatan. Itu hari rayanya, sebetulnya kufatan itu adalah orang yang puasa 6 hari," tambahnya.
Puasa sunnah Syawal bukan dengan maksud membebankan seseorang karena telah berpuasa selama 30 hari penuh di bulan Ramadan.
Maka menurut Madzhab Malik, tidak apa-apa jika memang tidak melakukan puasa 6 hari Syawal.
"Madzhab Malik mereka menghindari untuk langsung bahkan kebalikan karena jangan sampai membebankan orang," kata Buya Yahya.
Baca Juga: KPAI Dinilai Plin Plan Usai Bela AG, Netizen: Ngomongnya Berubah-Ubah!
"Sudah puasa 30 hari, jangan sampai orang menduga kalau ini wajib," lanjutnya.
Namun menurut madzhab Imam Syafi'i bahwa dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah Syawal selama 6 hari.
"Tapi kita mengikuti madzhab kita Imam Syafi'i bahwa bagus, baik kalau anda langsung menyambung tanggal 2, 3, sampai 6 hari," jelas Buya Yahya.
Perlu dipahami juga apabila seorang wanita memiliki hutang puasa karena haid maka dianjurkan untuk membayar hutangnya terlebih dahulu.
Baca Juga: CATAT dan Simpan! Nomor Penting Demi Kelancaran Mudik Lebaran 2023 Agar Selamat Sampai Tujuan
Buya Yahya menjelaskan bisa membayar hutang terlebih dahulu dengan niatnya, tapi Allah akan beri bonus pahala sunnah.
"Jika ada ibunda yang sholehah hutang puasa boleh bayar. Memang kalau yang wajib belum dibayar ga perlu melakukan sunnah," tutur Buya Yahya.
"Akan tetapi bagi anda yang punya hutang, niatkan untuk membayar hutang, maka nanti anda dapat bonus sunnah," sambungnya.
Adapun niat puasa sunnah tidak bisa digabung dengan puasa wajib, kecuali puasa sunnah dengan sunnah.
Maka jika berniat membayar hutang puasa Ramadan, maka niatnya hanya itu tidak boleh digabung dengan puasa sunnah Syawal.
"Puasa sunnah tidak bisa digabung dengan puasa fardhu dalam niat, tapi kalau puasa sunnah dengan sunnah boleh digabung," tutur Buya Yahya.
"Contoh puasa 6 syawal anda gabung dengan sunnah senin, boleh digabung," tambahnya.
Akan tetapi soal pahala, Allah tidak pelit kepada HambaNya, yang mana pahala akan diberikan luar biasa sebagaimana niatnya.
"Dan anda mendapatkan untung, Allah tidak pelit kepada HambaNya, dan Allah melihat niat dari hati seorang hamba," pungkas Buya Yahya.***