Khazanah

Jangan Kendor! Ini 3 Amalan yang Dilakukan Rasulullah di Akhir-akhir Ramadan

Oleh: Christy Ayu Saputri Rabu 19 Apr 2023, 04:10 WIB
ilustrasi Malam Lailatul Qadar yang Diburu Seluruh Umat Muslim di Dunia

AYOJAKARTA.COM---Tak terasa umat muslim sebentar lagi menyambut hari kemenangan yakni Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H.

Di akhir-akhir ramadan seperti ini, sudah seharusnya kita lebih bersemangat melakukan amalan-amalan saleh.

Sebab dikatakan, pada hari-hari terakhir seperti ini adalah penentu yang sebenarnya memperoleh amalan dan pahala berlipat ganda dari Allah SWT.

Lantas apa saja yang bisa kita kerjakan ketika hari-hari terakhir di bulan ramadan?

Bagaimana cara Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengamalkan perbuatan-perbuatan baik di akhir-akhir ramadan?.

Baca Juga: Ini Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Menurut Ustaz Adi Hidayat!

Melansir dari kanal YouTube Yufid TV, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menganjurkan umatnya lebih banyak bersemangat dalam beribadah di akhir-akhir bulan ramadan.

Adapun ketika kita berada diakhir-akhir dari bulan ramadan, ada 3 (tiga) amalan yang bisa dilakukan, seperti yang diterangkan di bawah ini.

Pertama, kita diperintahkan lebih serius lagi dalam beribadah. Sebagaimana Rasulullah SAW lebih serius dalam beribadah di akhir-akhir dari bulan ramadan.

Disebutkan dalam hadits riwayat muslim, "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam lebih serius melakukan ibadah di akhir-akhir bulan raman daripada selain dari waktu-waktu tersebut." (HR. Muslim).

Baca Juga: Bolehkan Wanita Haid Memburu Lailatul Qadar? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Berarti disini menunjukan bahwa di akhir-akhir ini adalah waktu penentuan, maka kita dituntut lebih semangat lagi untuk melaksanakan shalat, puasa, dan juga ibadah-ibadah yang lainnya.

Karena Nabi Shallallahu alaihi wasallam juga mengatakan, "Sesungguhnya setiap amalan itu dilihat dari akhirnya," (HR. Bukhari).

Kedua, kita sempatkan waktu untuk melakukan i'tikaf. Jumhur atau kebanyakan ulama katakan I'tikaf ini bisa dilakukan cuma sesaat, 15 menit, 30 menit, 1 Jam kita beribadah disitu salat, atau konsen untuk membaca Al-Quran atau berzikir, membaca doa-doa ketika itu maka kita, sudah disebut beritikaf.

Adapun i'tikaf boleh dilakukan di siang hari atau boleh juga dilakukan di malam hari.

Mari kita lihat bagaimana Baginda Rasulullah SAW memberikan contoh dari hadits Aisyah.

Baca Juga: Wajib Lakukan! Ini 3 Ibadah Dahsyat untuk Mengisi Waktu di Sepertiga Malam Menurut Buya Yahya

"Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam biasa melakukan i'tikaf di 10 hari terakhir dari bulan ramadan sampai Allah mewafatkan beliau, lalu istri-istri beliau sepeninggal Nabi Shallallahu alaihi wasallam mereka juga melakukan itikaf." (HR. Bukhari).

Amalan ketiga, kita berusaha untuk meraih Lailatul Qadar. Sebagaimana dikatakan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam.

"Carilah Lailatul Qadar itu di 10 hari terakhir dari bulan Ramadan," (HR. Bukhari).***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Kiki Dian Sunarwati