Khazanah

TERNYATA Ini Tanda Seseorang yang Berhasil Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, Benar Terlihat Setelah Ramadan?

Oleh: Karseno AJ Selasa 18 Apr 2023, 15:30 WIB
Ustaz Abdul Somad

AYOJAKARTA.COM -- Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, sebagian orang meyakini merupakan waktu Malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar adalah suatu malam yang memiliki nilai pahala atau ganjaran dalam melaksanakan ketaatan beribadah lebih dari seribu bulan.

Seseorang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar sama artinya telah melakukan satu peribadatan selama lebih dari 83 tahun 4 bulan dalam sekali malam.

Baca Juga: Bahaya Kenakalan Malam Idul Fitri Menurut Ustaz Abdul Somad, Ceramah Lucu Wajib Share

Besarnya ganjaran ataupun pahala bagi seseorang yang mendapatkan lailatul qadar, membuat orang berlomba untuk memperolehnya.

Seperti halnya gelar Haji Mabrur, dan sikap Ikhlas, seseorang tidak bisa mengatakan sudah mendapatkan karena hal tersebut merupakan dimensi spiritualitas.

Namun demikian, sehubungan dengan tanda-tanda seseorang mendapatkan malam lailatul qadar dapat terlihat dari perubahan perilaku.

Perubahan perilaku yang menjadi pertanda mendapatkan malam lailatul qadar tersebut dapat terlihat serta dirasakan oleh orang-orang terdekat di sekitarnya.

“Ada perubahan, misalnya sebelum puasa kalau isi kotak amal dua ribu, setelah Ramadan berubah menjadi dua ribu lima ratus rupiah,” Ustaz Abdul Somad memberi contoh.

Perubahan-perubahan orang yang mendapatkan lailatul qadar juga terjadi pada perkara-perkara yang bersifat kepada peningkatan kualitas spiritualitas.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Suami yang Kecanduan Game Online? Ustaz Abdul Somad Ingatkan Hal Ini

Dari sebelumnya senang berjudi menjadi rutin berdzikir, dari enggan berjamaah ke masjid menjadi orang yang datang paling awal.

Selain Lailatul qadar dan Haji Mabrur, perubahan perilaku menjadi pribadi yang lebih baik bagi orang di sekitar, juga terjadi pada hamba Allah SWT yang melakukan Taubat.

“Bukan berubah dalam perkara dunia seperti kolesterol, berat badan, diabetes, tapi perubahan yang menuju kepada kesalehan,” imbuh UAS dengan gaya yang khas.

Perubahan menjadi lebih saleh tersebut muncul bukan karena ingin dinilai oleh manusia atau makhluk lainnya, melainkan karena adanya kesadaran.

“Muncul rasa takut kepada Allah SWT ketika ingin melakukan perbuatan dosa, karena tahu bahwa Allah SWT Maha Melihat,” ujar Ustaz Abdul Somad, tegas.

Dalam kajian mengenai hubungan antara hakikat puasa dengan sifat Allah SWT yang Maha Melihat kemudian dilanjutkan UAS dengan sebuah kisah.

Baca Juga: Bolehkan Wanita Haid Memburu Lailatul Qadar? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Seorang Guru memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menyembelih seekor burung di manapun para murid merasa tidak dilihat siapapun.

“Bawalah burung ini, kalian sembelih di tempat yang kalian merasa tidak diawasi oleh siapapun,” ujar UAS menirukan perintah Guru.

Para murid kemudian pergi dan berhasil menyembelih burung sesuai perintah, tetapi ada seorang murid yang tetap membawa burung dalam keadaan hidup.

“Saya sudah pergi kemanapun, tetapi saya terus merasa diawasi oleh Allah SWT, karena itu saya tidak menyembelihnya,” jelas sang murid ketika ditanya Guru.

Menurut Ustaz Abdul Somad, merasa diawasi Allah SWT sehingga malu ketika berbuat dosa merupakan inti dari puasa.

Demikian tanda seseorang mendapatkan lailatul qadar yang dikutip Ayojakarta dari Youtube Ustadz Abdul Somad pada Selasa, 18 April 2023.***(Karseno AJ)

Reporter Karseno AJ
Editor Wahyu Vitaarum