AYOJAKARTA.COM -- Semua umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri pada 1 Syawal 1444 H. Pasalnya, hukum salat ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Anjuran ini sudah ada sejak disyariatkannya pada tahun ke-2 hijriah yang mana Rasulullah SAW selalu melaksanakannya hingga beliau wafat dan dilanjutkan oleh umatnya sampai saat ini.
Untuk syarat dan rukun Salat Idul Fitri secara umum hampir sama seperti salat fardhu lima waktu yang biasa dikerjakan sehari-hari. Hanya saja secara teknis salat ini bersifat sunnah.
Adapun waktu Salat Idul Fitri ini dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu salat dhuhur. Pada Salat Idul Fitri ini memang disunnahkan untuk memperlambatnya agar bisa memberikan kesempatan umat muslim lainnya, yang belum berzakat fitrah agar bisa menunaikan rukun islam ke-4 ini.
Mengutip laman resmi www.nu.or.id diketahui ada beberapa tata cara Salat Idul Fitri yang sudah dirangkum ayojakarta.com sebagai berikut:
Pertama,niat Salat Idul Fitri bisa dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar), dan disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya. Berikut lafal niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Bahwa latin:
"Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillâhi ta’âlâ"
Baca Juga: DUH! Tolak Hukuman Mati Karena Kasus Narkoba, Teddy Minahasa Pamer Karir di Kepolisian
Artinya:
"Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala,"
Kedua, membaca doa iftitah, kemudian disunnahkan untuk tabir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela tiap takbir dianjurkan untuk membaca lafal berikut:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Bahasa latin:
"Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla,"
Baca Juga: Tuban Jawa Timur Diguncang Gempa Bumi 6.6 Magnitudo, Namun Tidak Berpotensi Tsunami
Artinya:
"Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang,"
Selain itu, untuk bacaan doa iftitah lainnya bisa juga dibaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Bahasa latin:
Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar
Baca Juga: INFO GEMPA TERKINI : Gempa M6.6 Guncang Tuban Jawa Timur Terasa hingga Bandung, Bogor Bahkan Bali
Artinya:
"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar,"
Ketiga, membaca surat Al-Fatihah. Dan dilanjutkan untuk membaca surat Al-A’la sebagaimana yang disunnahkan, kemudian dilanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.
Keempat, setelah takbir untuk berdiri ke rakaat kedua, disunnahkan juga untuk membaca takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama. Setelah itu dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah. Kemudian dilanjutkan ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
Terakhir setelah selesai membaca salam, jamaah juga dianjurkan untuk mendengarkan khotbah yang disampaikan khatib terlebih dulu. Itu tadi niat dan tata cara Salat Idul Fitri, selamat Lebaran!***