AYOJAKARTA.COM--Menyambut Hari Raya Idul Fitri, malam hari sebelumnya umat muslim selalu mengumandangkan Takbir.
Gema Takbir berkumandang di berbagai masjid seluruh pelosok dunia, meramaikan malam kemenangan bagi umat muslim.
Namun, ada beberapa paham mengenai bacaan Takbir yang biasa dibacakan oleh bilal yang kemudian akan diikuti oleh para jamaah lainnya.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan bacaan Takbir yang diriwayatkan dari Imam Nawawi dan Imam Syafi'i.
"Imam Nawawi telah berkata dalam kitab Minhajnya, adapun shighat Takbir yang sangat disenangi adalah Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illallahu Allahu Akbar, Allahu akbar Wa lillahil ham, sampai di sini," ungkap Buya Yahya.
Baca Juga: Hukum dan Pahala Takbiran Menurut Buya Yahya, Bolehkan Lakukan Takbir Keliling?
Merujuk pada kitab Majmu' dari Imam Nawawi, Buya Yahya menyampaikan lebih bagus apabila bacaan Takbir itu ditambah.
"Kemudian Imam Nawawi berkata dalam kitab Majmu nya, dan Imam Syafi'i berkata dalam Mukhtashar kitabnya, kalau lebih ditambah dari dzikir-dzikir kepada Allah niscaya bagus," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga menyampaikan bacaan tambahan Takbir yang diriwayatkan oleh Imam Syafi'i.
"Di Kitab Umm Imam Syafi'i mengatakan, aku senang kalau tambahannya tadi, setelah 'Wa lillahil ham, Allahu akbar kabira walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw wa ashila'," ujar Buya Yahya.
Baca Juga: Link Streaming Takbiran Idul Fitri 1444 Hijriah, Merdu dan Menyejukkan Batin
"Laa ilaha illallah, wa laa na'budu illaa iyyah, mukhlishiinaa lahud diin wa law karihal kaafiruun, laa ilaha illallah wahdah shodaqo wa'dah, wa nashoro 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah, itu tambahan dari Imam Syafi'i," lanjutnya.
Kemudian Buya Yahya menyampaikan arti dari kalimat tambahan Takbir dari riwayat Imam Syafi'i tersebut.
"Artinya Allahu akbar kabira Allah Maha Besar, aku menyanjungi Allah dengan sebesar-besarnya, walhamdu segala puji, lillahi katsiro yang sangat banyak-banyak, subhanallah Maha Suci Allah, bukrotaw wa ashila pagi dan sore, setiap saat maksudnya," jelas Buya Yahya.
"Laa ilaha illallah tidak ada Tuhan selain Allah, wa laa na'budu illaa iyyah kami tidak mengabdi, tidak menyembah kecuali kepada Allah, mukhlishiina lahud diin untuk Allah dalam kita melakukan kebaikan beragama ini," sambungnya.
Baca Juga: Bolehkah Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri? Begini Penjelasan UAS
Selain dari itu, berikut sambungan arti dari kalimat Takbiran yang Buya Yahya sampaikan.
"Wa lau karihal kaafiruun Beliau (Allah) tidak senang orang-orang kafir, laa ilaha illallah tidak ada Tuhan selain Allah yang wahdah Maha Tunggal, shodaqo wa'dah yang Maha Benar dengan apa yang dijanjikannya," ucap Buya Yahya.
"Wa nashoro 'abdah Yang akan selalu membantu hambaNya yang bertawakal kepadaNya, wa hazamal ahzaaba akan menghancurkan musuh-musuhnya wahdah sendiri, enggak perlu bantuan kepada siapapun Allah Maha Kuasa," pungkasnya.***