Khazanah

Kapan Lebaran? Kemenag Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 2023 Melalui Sidang Isbat 20 April

Oleh: Muhammad Lazuardi Iman Rabu 12 Apr 2023, 20:31 WIB
Kemenag akan gelar sidang isbat pada 20 APril 2023 mendatang.

AYOJAKARTA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan satu Syawal 1444 Hijriyah atau Hari Raya Idul Fitri.

Sidang isbat tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2023 mendatang.

Pelaksanaan sidang isbat penetapan satu Syawal 1444 Hijriyah atau Hari Raya Idul Fitri diumumkan oleh Direktur Jenderal Dimas Islam Kemenag, Kamarudin Amin.

Baca Juga: Nggak Tega! Viral Bapak Ini Ziarah Kubur Sendirian Sambil Termenung di Saat yang Lain Datang Bersama Keluarga

Kamarudin menyatakan bahwa tanggal 20 April tahun 2023 merupakan tanggal 29 Ramadhan 1444H.

Oleh sebab itu, pada Kamis, 20 April 2023 nanti akan diketahui kapan hari raya Idul Fitri jatuh.

"Sidang isbat akan digelar pada Kamis 20 April 2023, dikarenakan pada tanggal tersebut merupakan hari ke-29 Ramadhan 1444H," Ungkap Kamarudin Amin selaku Direktur Jenderal Dimas Islam Kemenag dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Usman Oegi.

Kamarudin Amin juga mengungkapkan bahwa adanya kemungkinan perihal penetapan lebaran di Indonesia berbeda versi.

Baca Juga: Akhirnya! Pelaku Penipuan Modus Ganti QRIS Kotak Amal Masjid di Jakarta Ditangkap Polisi Setelah Sempat Viral

"Secara garis besar negara Indonesia merupakan negara yang demokratis, ada kemungkinan jika pemerintah menetapkan lebaran besok adapun yang berbeda pastinya," Ungkap Kamarudin Amin.

Beberapa pihak seperti Majelis Ulama Indonesia dan ormas Islam, hadir dalam sidang isbat tersebut.

Kamarudin juga meminta masyarakat untuk menghargai keputusan nanti, termasuk jika lebaran tahun ini tidak dirayakan secara serempak.

Meskipun demikian, Indonesia memiliki prinsip demokratis dalam pengambilan keputusan agama, sehingga pemerintah tidak memaksa seluruh pihak mengikuti keputusan hakim atau pemerintah.

Kamarudin menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang religius, sehingga kepercayaan dan keyakinan setiap individu dihargai.***

Reporter Muhammad Lazuardi Iman
Editor Aulli R Atmam