AYOJAKARTA.COM – Dalam satu kajian tentang 10 hari terakhir Ramadan, Gus Baha mengajak jamaah untuk menggali lebih dalam perihal makna Lailatul Qadar.
Ajakan Gus Baha bertepatan dengan malam ke 21 Ramadan, yang dipercaya banyak kalangan sebagai kemungkinan malam Lailatul Qadar.
“Lailatul Qadar tidak perlu dipastikan ada pada malam ganjil, bisa saja dari tanggal 1 atau bahkan sebelum Ramadan,” ujar Gus Baha, berguyon.
Adanya pemahaman di masyarakat yang memaknai bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Quran, Gus Baha tidak menyanggah.
Namun, salah satu murid Mbah Moen itu mulai menyentuh nalar berpikir kebanyakan kaum muslim tentang definisi Lailatul Qadar.
“Karena lailatul qadar itu adalah malam diturunkannya Al-Quran, Al-Quran itu diturunkan hanya pada bulan Ramadan atau juga di bulan lain?” tanya Gus Baha.
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab dengan sisipan contoh surat Al Maidah ayat ketiga, yang diturunkan Allh SWT pada bulan Dzulhijah saat haji Wada.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Gempa Bumi 2.6 Magnitudo Guncang Kabupaten Sumedang, Jawa Barat
“Untuk melatih jadi lebih pintar, ilmu seperti ini memang mendatangkan perdebatan, karena itu bersikaplah biasa-biasa saja,” Gus Baha memberi saran.
Sebab di zaman seperti sekarang ini, pengertian antara Lailatul Qadar dengan Nuzulul Quran juga sudah terlanjur kurang dipahami.
Malam Lailatul Qadar, sebagaimana disifati dalam surat Al Qadr adalah malam diturunkannya Al-Quran.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi M 3,5 Guncang Garut Jawa Barat, Aktivitas Sesar Lokal Menjadi Penyebabnya?
Malam tersebut, bagi banyak kalangan dipercaya terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Sedangkan Nuzulul Quran atau peristiwa pertama kali Al-Quran turun, dalam banyak kitab diyakini terjadi pada hari 17 di bulan Ramadan.
“Nuzulul Quran yang resmi di kitab-kitab itu tanggal berapa? 17 Ramadan, lailatul qadar disifati sebagai? malam turunnya Al-Quran,” imbuh Gus Baha.
Kebanyakan umat mempercayai bahwa malam lailatul qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir ramadan, lalu yang 17 Ramadan itu malam Nuzulul Quran.
Baca Juga: Keutamaan Malam Lailatul Qadar Bagi Umat Muslim Beserta Dalilnya
Nuzulul Quran merupakan waktu diturunkannya Al-Quran, dan diperingati setiap 17 Ramadan, sedangkan lailatul qadar disifati sebagai malam turunnya Al-Quran.
Tetapi lailatul qadar, dipercaya terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan ramadan.
Dengan adanya kedua pemahaman yang kontradiktif tersebut, Gus Baha menyatakan rasa iri terhadap orang-orang awam.
Baca Juga: Terlanjur Viral! Pelaku Penempel QRIS Palsu di Masjid Blok M Beri Klarifikasi dan Minta Maaf Begini
“Kalian tidak pernah bingung, kan? Karena itu kadang saya iri sama orang bodoh, ada ilmu paradox tapi tetap bisa tenang,” terang Gus Baha yang disambut gelak tawa.
Namun demikian, Gus Baha menjelaskan bahwa kedua malam tersebut menjadi punya makna besar karena adanya yang besar turun, yakni Al-Quran. ***