AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan penuh berkah menjadi suatu kesempatan bagi umat islam untuk melakukan rangkaian amalan lain selain puasa.
Pasalnya dalam bulan Ramadan pahala dilipatgandakan dan banyak keistimewaan lain yang terkandung didalamnya.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Kajian Rohani Islam, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan makna dari bulan Ramadan yang terhitung setiap 10 harinya.
Baca Juga: Buat Upload di Medsos, 45 Link Twibbon Idul Fitri 2023 Menarik Kekinian Gratis!
"10 hari pertama istimewa, 10 hari kedua istimewa, 10 hari terakhir, agak berbeda, ini spesial,"
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan secara singkat makna 10 hari Ramadan terakhir sebagai penanda kuatnya iman dan sebagai kaidah penerimaan.
"Penanda kekuatan iman orang yang berpuasa, sekaligus tanda penerimaan keberhasilan puasa yang telah dilalui selama 20 hari kebelakang," jelas Ustaz Adi Hidayat.
"Kita puasa dari hari pertama sampai hari ke 20 bagaimana cirinya bahwa puasa kita ini berhasil, mendapat penerimaan disisi Allah SWT, kaidah penerimaan ini penting," sambungnya.
Baca Juga: Respons Ayah David Ozora Jonathan Latumahina Usai Sang Anak Dijenguk Inul Daratista dan Adam Suseno
Pasalnya setiap amal yang kita kerjakan, seberapa banyak atau seberapa besar yang dilakukan, kita tidak pernah tau amalan mana yang diterima oleh Allah SWT.
Sebagaimana Ustaz Adi Hidayat menyampaikan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW setiap selesai melaksanakan salat.
"Bahkan sampai Nabi pun setiap selesai salat disebutkan hadits riwayat Ibnu Majah, nomor hadist 925, sampai bermohon kepada Allah supaya amalnya diterima," ujar Ustaz Adi Hidayat.
"Nabi berdoa Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyiban wa ‘amalan mutaqabbalan, Ya Allah mohon anugerahkan kepadaku ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah dan mohon terima amalku," sambungnya.
Baca Juga: Cara Menabung 10 Juta dalam 3 Bulan dengan Aman, Ikuti 6 Tips Ini!
Tentunya kita pun tidak tahu, apakah amalan puasa, baca Al Qur'an dan amal lain yang dikerjakan yang dikumpulkan berapa yang diterima oleh Allah SWT.
Namun Ustaz Adi Hidayat menyampaikan ada indikator yang dapat terlihat ketika akan masuk ke 10 hari terakhir.
"Ketika akan masuk ke 10 hari terakhir, ulama mengilustrasikan dengan membuat lintasan dalam perlombaan seperti misalnya balap mobil," ujar Ustaz Adi Hidayat.
"Ada lap kan, biasanya kalau lap-lap terakhir orang akan kencangkan, makin serius makin sungguh-sungguh karena mengumpulkan bekal di awal-awal untuk menjemput sesuatu yang penting di akhir," sambungnya.
Baca Juga: Kantongi Tiket Pilpres 2024, Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Tawarkan 2 Janji Ini, Apa Saja?
Sebagaimana dalam Al Qur'an Ustaz Adi Hidayat menyampaikan iman menjadi tanda kesungguhan seseorang dalam beramal shaleh.
"Di dalam Al Qur'an penanda kesungguhan seseorang untuk beramal shaleh itu iman, seseorang itu kuat amalnya, bagus amalannya, banyak amal sholehnya itu iman," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Selain itu Ustaz Adi Hidayat menjelaskan hadist riwayat Nabi Muhammad SAW dari Al Bukhari tentang iman.
"Iman itu bisa kelihatan kuat, bisa turun melemah, bisa naik meningkat dengan mengerjakan ketaatan dalam bentuk amal shaleh," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: 6 Alasan Kuasa Hukum David Ozora Tuntut AG dapatkan Vonis Hukuman Maksimal, Apa Saja?
"Kata Nabi kalau seseorang amal shalehnya meningkat semakin kuat semakin serius ini tandanya imannya sedang kuat," sambungnya.
Adapun Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan makna 10 hari terakhir Ramadan adalah sebagai indikator tingkat ukuran penerimaan amal dan kekuatan iman seseorang.
"Keistimewaan 10 hari terakhir ditandai oleh para ulama merujuk pada keterangan-keterangan Al Qur'an dan hadits-hadits Nabi SAW," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: WADUH! 2 Orang Ibu Rumah Tangga Ikut Diperiksa KPK Hari Ini Buntut Kasus Rafael Alun, Kok Bisa?
"10 hari terakhir itu adalah indikator tingkat ukuran diterimanya amal seseorang sebelumnya karena menunjukan kesungguhan dan keseriusannya sekaligus menunjukan tingkat kekuatan iman yang berpuasa itu," pungkasnya.***