AYOJAKARTA.COM - Dalam setiap perayaan hari Paskah, seringkali pandangan mata dimanjakan dengan adanya dua hal yang menjadi ciri khas paskah.
Kedua hal yang kerap menjadi ciri khas perayaan paskah adalah telur paskah serta hewan kelinci yang menggemaskan.
Saat perayaan paskah, telur paskah selalu terlihat menarik dengan adanya aneka warna serta corak yang menghiasinya.
Baca Juga: Lowongan CPNS 2023 Lulusan SMA dari 6 Kementerian, Segera Siapkan Persyaratan Sertifikat Berikut!
Menjelang hari Paskah, kaum ibu dan anak-anak umat Katolik, selalu disibukkan dengan kegiatan menghiasi telur.
Meski ornamen paskah telah menjadi rutinitas tahunan, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami maksud hiasan telur dan kelinci paskah.
Telur dan kelinci paskah dimulai pada abad pertengahan di Eropa, dan diyakini bukan merupakan bagian dari orang Kristen.
Selain telur, paskah juga menghadirkan hewan kelinci sebagai ikon yang dimaksudkan sebagai ikon dari Dewi Eostre atau Dewi Kesuburan.
Baca Juga: Kabar Gembira! Formasi CPNS 2023 akan Diumumkan Bulan April, Siapkan Diri Anda!
Sedangkan Kelinci merupakan hewan yang tampil sebagai lambang Kesuburan, dan selalu menampilkan sosok kelinci.
Sebagaimana telah menjadi rahasia umum, bahwa kelinci merupakan salah satu hewan yang memiliki tingkat perkembang-biakan tercepat.
Telur Paskah adalah gambaran dari kebangkitan Yesus melawan kematian, dan membawa kemenangan tersebut kepada umat Kristen.
Kebangkitan Yesus juga menjadi kebahagiaan semua umat karena telah berhasil melawan segala asal-usul dosa manusia.
Dengan Kebangkitan Yesus disertai membawa kemenangan, maka umat Kristen kemudian merasakan keabadian di surga.
Dan telur adalah sebuah lambang dari cikal bakal kehidupan baru yang telah dilewati Yesus melalui kesengsaraan, kematian, serta kebangkitan.
Yesus kemudian memberikan berkat tersebut kepada umatnya berupa karunia dan kehidupan baru bersama dengan Tuhan.
Karena berkat penyatuan ini, maka umat Kristen tidak lagi hidup dalam kekuasaan dosa melainkan hidup dalam kasih yang dikehendaki Tuhan.
Hal yang sama juga terjadi pada telur sebelum menetas dan mengalami perubahan dari kematian menjadi kehidupan baru.
Yesus juga mengalami penderitaan dan kesengsaraan, yang membuatnya mengalami kematian sebelum akhirnya memberi kebahagiaan setelah menang melawan maut.
Sebelum menetas dan menjadi kehidupan baru, telur juga mengalami banyak penderitaan dan berakhir dengan kebahagiaan yang datang bersama Tuhan.
Pada awalnya, telur dipergunakan sebagai lambang atau simbol transisi musim dari dingin ke musim semi.
Musim dingin adalah kondisi dimana kehidupan kurang berjalan dengan indah, sedangkan musim semi adalah kebalikannya.
Adanya perubahan hidup yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya serta disenangi Tuhan merupakan maksud dari telur dan kelinci paskah.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Jumat, 7 April 2023 dari kanal Youtube Santo Santa Katolik. ***