Khazanah

Mengapa Salat Gerhana Dianjurkan? Begini Penjelasannya Berdasarkan Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Senin 03 Apr 2023, 19:32 WIB
Ilustrasi Salat Gerhana

AYOJAKARTA.COM - Beberapa fenomena astronomi akan menyambangi wilayah Indonesia pada bulan April ini.

Salah satunya adalah adanya fenomena Gerhana Matahari Hybrid atau Gerhana Matahari Hibrida yang akan datang pada 20 April 2023 nanti.

Dikutip ayojakarta.com dari purwokerto.suara.com pada Senin (3/4/2023), Gerhana Matahari Hybrid merupakan fenomena di mana matahari akan nampak seperti cincin.

Hal ini disebabkan karena Matahari, Bulan dan Bumi sejajar dengan tepat sehingga di beberapa tempat piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari jika dilihat dari bumi.

Baca Juga: Inspirasi Gaya Hijab ala Lesti Kejora, Simpel tapi Elegan, Boleh Nih Dicoba Buat Tampil Kece Saat Lebaran!

Dari beberapa penjelasan di atas terdapat sebuah tuntutan dalam Islam untuk melaksanakan perintah salat saat terjadi Gerhana.

Dikutip AyoJakarta.com dari kemenag.go.id pada Senin (3/4/2023), tuntunan tersebut disebutkan dalam Hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Al Bukhari agar kita mengingat kebesaran Allah SWT.

"Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata: “Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata, “Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan salat hingga (matahari) kembali tampak.” (H.R. Al-Bukhari).

Baca Juga: Serba Serbi Ramadan: Perempuan Lebih Afdol Salat Tarawih di Rumah atau di Masjid?

Selain itu diajarkan pula oleh Nabi Muhammad SAW tuntunan syariat mulia yang dapat dikerjakan ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan, antara lain:

- Menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT.

- Adanya peristiwa gerhana tersebut dapat mengingatkan kita terkait hari kiamat atau azab yang bisa saja datang karena tingkah laku buruk yang kerap kita lakukan.

- Mengingat apa yang pernah disaksikan Nabi Muhammad SAW dalam salat kusuf.

Baca Juga: Cek Dulu! Apakah Salat Tarawih Sudah Berhasil? Begini Tanda-tandanya Menurut Ustaz Adi Hidayat

Diriwayatkan pada saat Nabi Muhammad SAW menjalankan salat kusuf, beliau diperlihatkan oleh Allah SWT surga dan neraka.

Beliau juga diperlihatkan berbagai bentuk azab yang ditimpakan kepada ahli neraka.

Karena itu, dalam salah satu khotbahnya selesai salat gerhana, beliau bersabda:

"Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis."(H.R. Muttafaq alaih).

Baca Juga: Mau Nambah Pahala di Bulan Ramadan? Berikut Macam-Macam Salat Sunnah yang Bisa Kamu Kerjakan

Menyeru dengan panggilan "Asshalaatu Jaami'ah"

Aisyah meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyerukan "Ashshalaatu Jaami'ah" (H.R. Abu Daud dan al-Nasa'i).

Hal ini dikarenakan dalam salat gerhana tidak ada azan dan iqamah.

Pasalnya azan dan iqamah hanya dapat dilakukan untuk mendirikan salat fardu lima waktu.

Baca Juga: Ceramah Lucu dari Ustaz Abdul Somad, Bagaimana Hukum Wanita Salat Menggunakan Make Up?

Mengeraskan Bacaan Salat

Saat gerhana terjadi baik malam atau siang, melakukan salat gerhana disunahkan untuk memperkeras suara saat membaca bacaan salat sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Muttafaq alaih.

Demikianlah penjelasan terkait anjuran mengerjakan Salat Gerhana sesuai dengan tuntunan dan ajaran Nabi Muhammad SAW.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Fathul Amanah