Khazanah

Bagaimana Hukum Suntik Saat Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 28 Mar 2023, 20:52 WIB
Ustaz Adi Hidayat

AYOJAKARTA.COM - Berikut adalah penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai hukum suntik saat puasa Ramadan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian umat muslim saat menjalankan puasa Ramadan adalah suntik.

Beberapa orang mungkin khawatir puasanya akan batal apabila harus melakukan suntik.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Kumur-Kumur Saat Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Terlebih suntik tersebut dilakukan untuk keperluan yang menyangkut dengan kesehatan seseorang.

Dalam salah satu kajiannya, Ustaz Adi Hidayat pernah menjelaskan mengenai hukum suntik saat puasa Ramadan.

Ustaz Adi Hidayat atau UAH menyampaikan bahwa ada suntik yang dimaksudkan untuk donor darah dan ada juga yang untuk memberikan obat.

Baca Juga: Hati-hati Tidak Sah! Bolehkah Sikat Gigi saat Puasa? Ustaz Adi Hidayat: Tapi Jangan Gunakan….

Dijelaskan oleh UAH bahwa apabila suntik tersebut dilakukan dan tidak mengurangi kekuatan, maka hal tersebut boleh saja dilakukan.

“Untuk donor, mungkin terkait juga dengan hijamah, bekam, dan sebagainya, jika dengan donor itu tidak mengurangi kekuatan anda dalam menunaikan puasa maka itu masih boleh dilakukan, tidak ada masalah,” kata UAH dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Muslimah Hijrah ID pada Selasa (28/3/2023).

UAH kemudian menjelaskan bahwa apabila suntik tersebut dilakukan bisa mengurangi energi seseorang, maka sebaiknya jangan dilakukan.

Baca Juga: Baca Al Quran Tanpa Wudhu dan Tanpa Jilbab, Bolehkah? Simak Penjabaran Ustaz Adi Hidayat

“Kecuali ketika anda kerjakan itu bisa menurunkan kekuatan anda, energi anda berkurang, dan menjadikan anda lemas maka itu hukumnya tidak boleh dilakukan, bisa jatuh makruh atau bahkan haram,” jelasnya.

Meski begitu, UAH menerangkan apabila suntik tersebut bisa memberikan hal positif dan tidak mengurangi kekuatan, maka boleh dilakukan.

Terlebih, apabila suntik tersebut dilakukan dan dapat memberikan manfaat yang menjadi pahala.

Baca Juga: Menakjubkan! Pahala Sedekah di Bulan Ramadan Meski Hanya Sebiji Kurma, Ustaz Adi Hidayat: Berkali Lipat Pahala

“Namun sekali lagi jika itu bisa memberikan misalnya energi yang positif, untuk meningkatkan ketaatan, dan tidak mengurangi kekuatan anda puasa maka itu boleh dilakukan. Bahkan jika ada manfaatnya berpahala untuk anda,” terangnya.

Lebih jauh, UAH menuturkan apabila seseorang melakukan suntik energi yang membuat seseorang seakan mengonsumsi makanan secara tidak langsung, maka hal tersebut dapat membatalkan puasa.

Akan tetapi, apabila yang disuntikkan adalah obat maka hal tersebut dibolehkan.

“Adapun suntikan lain selain donor yang sekiranya bisa menghadirkan energi, anda tidak makan lewat mulut tapi anda masukan makanan dan energi lewat suntikan misalnya maka itu membatalkan puasa. Tapi untuk suntik biasa yang memasukan obat yang bukan dalam keadaan energi maka itu sah dilakukan tidak ada masalah,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Desi Kris