AYOJAKARTA.COM - Allah SWT menganjurkan pada umatnya untuk mengawali kegiatan dengan doa meskipun hanya bacaan basmallah.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan dalam sebuah kajiannya, yakni tentang paduan doa berbuka puasa yang benar dan shahih.
Bagi yang belum tahu, doa berbuka puasa ternyata ada dua yang bisa menjadi pilihan bagi umat muslim.
Baca Juga: Gratis! Habiskan Waktu Ngabuburit dengan Pengalaman Wisata Berkesan di Ancol Selama Ramadan
Seperti yang dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Ukhti HTA begini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Dalam hal ini, Ustaz Adi Hidayat merujuk pada hadist yang disampaikan oleh Abu Daud.
1. Doa buka puasa pertama, merujuk pada pernyataan Abu Daud nomor hadist 2357
Doa pertama ini adalah doa yang lebih populer dikalangan umat muslim, bunyi doanya adalah:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"\
Artinya :
"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih".
Meskipun doa diatas lebih populer, namun doa ini ternyata masih diperselisihkan oleh beberapa ulama.
Sebagian ulama ada yang beranggapan hadits tersebut adalah dhaif, tapi ada juga yang menyatakan shahih.
2. Doa buka puasa kedua, merujuk pada pernyataan Abu Daud nomor hadist 2358
Doa buka puasa yang kedua ini meskipun kurang populer, tapi merupakan doa yang shahih artinya tidak diperselisihkan, bunyi doanya:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'
Artinya:
"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."
Baca Juga: Viral Video Lawas Respon Alshad Ahmad Soal Hubungan Intim Di Luar Nikah: Sangat Penting Lah
Lebih lanjut, ustaz Adi Hidayat menjelaskan untuk lebih mengutamakan doa puasa yang kedua, meski tidak menyalahkan doa buka puasa yang pertama, lantaran memang ada sandaran hadist meskipun statusnya lebih lemah dari doa buka puasa kedua.
Lebih lanjut Ustaz Adi Hidayat menyarankan untuk lebih mengutamajan doa buka puada yang kedua.
Namun, dirinya tidak mengatakan bahwa doa pertama salah. Karena doa buka puasa yang pertama juga berdasarkan hadist yang terpercaya, hanya saja statusnya lebih lemah dari doa buka puasa kedua.***