AYOJAKARTA.COM - Rangkaian ibadah dan amalan- amalan bulan Ramadan yang dituliskan di dalam Al-quran dan hadist banyak sekali macamnya.
Pasalnya hanya pada bulan ini lah semua pahala dilipat gandakan, doa-doa dikabulkan dan dosa- dosa diampuni oleh Allah SWT.
Namun dari banyak amalan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, ada salah satu amalan yakni shalat sunnah witir yang menjadi pertanyaan.
Baca Juga: Akhirnya! PDIP Buka Suara Tentang Potensi Duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Apakah bisa mengerjakan shalat tahajud setelah shalat witir?
Pertanyaan ini selalu ada karena saat melakukan shalat tarawih berjamaah di masjid, Imam selalu melanjutkan dengan shalat witir.
Padahal shalat witir merupakan shalat penutup yang dikerjakan pada malam harinya artinya setelah mengerjakan sholat tersebut tidak ada lagi shalat yang dilakukan.
Baca Juga: Mario Dandy Divonis Mati, Kejagung Tolak Damai dari Kejati dan Rafael Alun, Benarkah? Cek Faktanya!
Dikutip AyoJakarta.com dari laman nuonline.or.id (23/3/2023), Rasullah bersabda bahwa shalat witir merupakan shalat yang dikerjakan paling akhir.
"Jadikan shalatmu yang paling akhir di waktu malam berupa shalat witir," (HR Bukhari Muslim).
Dalam laman yang sama pula dijelaskan oleh para ulama Syafii bahwa menjalankan ibadah shalat tahajud setelah witir boleh dilakukan.
Hal ini didasarkan pada perintah untuk menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat dihari tersebut merupakan perintah yang bersifat anjuran bukan diwajibkan.
Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasyiyah al-Bajuri (1/132) menjelaskan bahwa jika mengulang shalat witir sebanyak dua kali maka hukumnya menjadi tidak sah.
"Namun jika ia melakukan shalat witir lebih dulu kemudian baru melakukan shalat tahajud, maka dia tidak disunnahkan mengulang shalat witir, bahkan (menurut sebagian pendapat) tidak sah jika diulang, berdasarkan hadits, ‘Tidak ada pelaksanaan shalat witir dua kali pada satu malam," jelas Syekh Ibrahim al-Bajuri.***