AYOJAKARTA.COM - Berikut adalah penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai bolehkah salat tarawih tapi melaksanakan witir di malam hari.
Saat Ramadan, umat muslim pasti sudah tidak asing lagi dengan salat tarawih.
Diketahui, jumlah rakaat salat tarawih biasanya sebanyak 20 atau 8 rakaat yang kemudian ditambah tiga rakaat salat witir.
Baca Juga: Bolehkah Salat Tahajud setelah Tarawih? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah boleh menjalankan tarawih akan tetapi salat witirnya dilakukan terpisah malam hari?
Mengenai hal tersebut pernah dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kajiannya.
Ustaz Adi Hidayat atau UAH menyampaikan bahwasannya boleh saja hal tersebut dilakukan, akan tetapi ada keutamaan besar yang hilang.
Baca Juga: Wajibkah Wanita Salat Tarawih di Masjid? Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Tiga Hal Ini
Terlebih apabila dilakukan ketika berjamaah bersama imam, maka akan mendapatkan pahala yang begitu besar.
UAH menerangkan bahwasannya Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa salat bersama imam akan mendapatkan pahala yang luar biasa.
“Kalau kita bicara boleh atau tidak, demikian boleh dilakukan, tidak ada masalah tapi anda kehilangan fadhilah (keutamaan) yang sangat besar. Karena Nabi menyampaikan bahwa salat seseorang bersama imamnya itu akan mendapatkan pahala semalam suntuk,” kata UAH dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Muslimah Hijrah ID pada Kamis (23/3/2023).
“Anda mau memilih yang mana, anda salat 8 rakaat witir bersama imam dapat pahala semalam suntuk lalu anda tinggalkan witir, witir di malam harinya tapi anda tidak mendapatkan pahala semalam suntuk,” sambungnya.
UAH kemudian menjelaskan bahwa yang terbaik apabila kita bisa menjalankan witir saat tarawih.
Kemudian, UAH pun juga menjelaskan isyarat dari Nabi Muhammad SAW yang terdapat dalam hadist riwayat Abu Dawud nomor 1365 tentang salat witir.
Baca Juga: Adem Banget! Hormati Perayaan Nyepi, Muslim di Bali dan Banyuwangi Shalat Tarawih Tanpa Suara
“Maka yang terbaik jika anda bisa witir, kemudian setelah anda tarawih sekalipun anda malamnya bangun anda boleh tunaikan lagi salat tanpa harus kemudian mengulang witir anda lagi,” jelasnya.
“Ada isyarat dari Nabi saat beliau salat dengan riwayat Abu Dawud nomor hadist 1365, beliau pernah salat kemudian setelah tutup dengan witir beliau melihat ternyata belum tiba waktu subuh, beliau salat kembali 2 rakaat, tapi setelah salat beliau kemudian mendapati adzan subuh berkumandang dan beliau tidak tutup dengan witir,” tutupnya.***