AYOJAKARTA.COM – KH Maimoen Zubair yang dikenal dengan nama Mbah Moen pernah mengungkapkan keistimewaan Ramadan.
Namun pernahkan terpikirkan bagaimana apabila tidak ada bulan Ramadan? Akankah semua akan baik-baik saja tanpa Ramadan? Ataukah Ramadan memiliki tujuan penting hingga tidak bisa dilewatkan?
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui kanal Youtube ppalanwarsarang pada 20 Maret 2023, diketahui Mbah Moen pernah memberikan jawaban bagaimana bila tidak ada Ramadan.
"Bagaimana bila tidak ada ramadan?" Tanya Mbah Moen.
Mbah Moen pun hening sejenak lalu menjawab dengan tegas.
"Seandainya tidak ada Bulan Ramadan, maka akan jadi berantakan," kata Mbah Moen.
Hal ini karena bulan mulia dari umat Nabi Muhammad SAW adalah Bulan Ramadan. Bahkan, Allah SWT berfirman sebelum adanya umat Rasulullah, dalam Qur'an Surat At-Taubah ayat 36.
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan. Muharam, Safar, Rabi'ul Awal, Rabiuts Tsani, Jumadil Awal, Jumada ath-thania, Rajab, Syaban, Ramadan, Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijjah," jelas Mbah Moen.
Dari ke 12 bulan tersebut, Mbah Moen menjelaskan bahwa bulan yang dimuliakan oleh Allah sejak membuat langit dan bumi, hanyalah empat bulan.
"Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijah, Muharram. Namun, setelah Nabi Muhammad SAW diutus Allah, bulan mulia ditambah 3. Empat tambah tiga sama dengan 7," terang Mbah Moen.
Kyai Maimoen Zubair menjelaskan tiga bulan tersebut adalah Syaban, Ramadan, dan Syawal.
Sementara itu, perhitungan Bulan Ramadan di Indonesia berdasarkan hisab dan rukyatul hilal atau melihat hilal yang menandakan bulan baru.
Pada Muhammadiyah, puasa atau satu Ramadan 1444 hijriah jatuh pada tanggal 23 Maret 2023. Sementara untuk Nahdlotul Ulama masih menunggu hasil rukyatul hilal.***