AYOJAKARTA.COM - Tidak terasa bulan suci Ramadan semakin dekat.
Sebagai informasi, Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1444 Hijriah pada 23 Maret 2023.
Jelang semakin dekatnya bulan suci Ramadan, seluruh umat Islam juga akan segera bersiap menjalankan ibadah puasa.
Adapun ibadah puasa di bulan Ramadan hendaknya memperhatikan syarat niat berpuasa.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Bongkar 3 Keutamaan Bulan Ramadan Menurut Nabi Muhammad SAW, Jangan Sia-siakan!
Niat merupakan salah satu kunci utama sah dan tidaknya puasa pada bulan suci Ramadan.
Seperti diketahui, ibadah puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib dijalankan oleh seluruh umat Islam di dunia.
Niat adalah bagian dari rukun yang harus terpenuhi.
Adanya niat maka ibadah puasa dinyatakan sah, begitu pula sebaliknya tanpa adanya niat maka ibadahnya akan sia-sia dan dinyatakan tidak sah.
Lantas apa saja syarat niat berpuasa agar ibadah tak sia-sia?
Baca Juga: Masih Ada Waktu! Berikut Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadan Lengkap dengan Tata Caranya
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Yufid TV pada Senin (20/3/2023), Ulama Syafiiyah menjelaskan dalam berpuasa Ramadan hendaknya memperhatikan tiga hal ini dalam niat:
1. At Tabyiit atau Wajib Berniat di Malam Hari
Sebelum berpuasa esok harinya, maka wajib baginya untuk berniat di malam hari, seperti sabda Rasulullah SAW.
"Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar subuh itu tiba maka tidak ada puasa untuknya". (HR. AL- Baihaqi)
2. At Tayiin atau Menegaskan Niat
Maksudnya, sebelum berpuasa maka seseorang wajib menegaskan niat puasanya yang ia akan laksanakan, baik itu puasa wajib atau sunah.
Untuk puasa Ramadan, niatnya tidak bisa hanya sekadar niat mutlak seperti 'saya sekedar puasa', itu tidak bisa, harus ditegaskan niatnya adalah puasa Ramadan.
Baca Juga: TERLENGKAP! Jadwal Puasa, Imsak, dan Salat fardu Ramadan 2023, Simak Di Sini
3. At Tikroor atau Niat Tersebut Berulang Tiap Malam
Melafalkan niat harus terus berulang setiap malam sebelum fajar atau subuh untuk berpuasa di hari berikutnya.
Sebab yang namanya puasa Ramadan itu tidak ada kaitannya suatu hari dengan hari yang lainnya.
Artinya kalau hari pertama batal, maka hari kedua butuh niat yang baru lagi untuk ibadah puasa Ramadan.
Hal ini karena puasa Ramadan dilakukan secara berulang selama 30 hari penuh.
Sehingga wajib bagi yang berpuasa untuk berniat setiap harinya.
Kendati demikian, Imam Nawawi mengatakan dalam kitabnya Al Adzkar bahwa niat itu letaknya dalam hati, kita cukup berkehendak berkeinginan maka kita sudah disebut berniat.***