AYOJAKARTA.COM - Berikut adalah penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai dua manfaat memaafkan orang lain.
Umat manusia sering kali berhadapan dengan hal-hal yang tidak mengenakan, seperti berselisih dengan orang lain.
Adanya perselisihan dengan orang lain sebetulnya adalah hal yang wajar terjadi di dalam kehidupan manusia.
Baca Juga: 3 Keterangan Tak Konsisten AG Dibongkar Kuasa Hukum David, Netizen: Cerdas dan Akurat!
Akan tetapi, kadang kali ada perkataan dan perbuatan yang kurang baik dari orang lain sehingga membuat kita merasa sakit hati.
Terkadang, kita sulit untuk memaafkan orang lain atas perkataan dan perbuatannya yang menyakiti hati.
Namun, Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya mengatakan bahwa tidak ada ruginya apabila kita memaafkan orang lain.
Baca Juga: Kapan Bansos PKH Lewat Bank BNI dan BTN Bisa Dicairkan? Simak Penjelasan Ini!
Ustaz Adi Hidayat atau UAH menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan jaminan bagi hambanya yang mau memaafkan orang lain.
“Orang salah dimaafkan, maka kata Allah, hei maukan engkau saya berikan engkau jaminan jika engkau bisa mampu memaafkan orang lain dan berusaha beramal dengan itu saya akan ganti kelapangan hatimu dengan surga yang luas daripada lapang,” kata UAH dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Dhany Bias pada Sabtu (18/3/2023).
UAH kemudian menjelaskan bahwa ada manfaat lain dari memaafkan orang lain yang berlaku tidak baik kepada kita.
Dipaparkan oleh UAH bahwasannya Allah SWT akan menutup masalah kita dengan orang lain tersebut.
Apabila orang tersebut tidak pernah menyampaikan permohonan maaf kepada kita, maka orang tersebut akan tetap berdosa hingga hari kiamat.
Sehingga, tidak ada ruginya untuk memaafkan orang lain yang berperilaku tidak baik kepada kita.
“Terakhir, jika anda memaafkan kesalahan orang lain, maka manfaat yang kedua kata para ulama anda akan ditutup oleh Allah persoalannya dengan bersangkutan. Maka anda tidak memikirkan dia lagi, selesai,” jelasnya.
“Tapi selama orang itu tidak meminta maaf kepada anda, maka dia tetap mengumpulkan dosa-dosa sampai dengan hari kiamat, jadi tidak ada ruginya memaafkan orang lain,” tutupnya.***