AYOJAKARTA.COM -- Sebagai orang mukmin hendaklah kita bersyukur, pasalnya Allah SWT telah menciptakan segala yang ada dimuka bumi ini untuk hambaNya.
Dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube ppalanwarsarang, Mbah Moen menyampaikan alasan umat muslim harus bersyukur dan berbahagia.
Mbah Moen menyampaikan bahwa segala sesuatu yang diciptakan di muka bumi ini semata hanya untuk orang mukmin, sekalipun itu hanya soal makanan.
Betapa melimpahnya segala makanan di dunia hanya semata Allah sediakan untuk orang mukmin, maka jika ada orang kafir yang makan itu disebabkan oleh orang mukmin.
Oleh karenanya nanti siksaan bagi orang kafir amat sangat pedih, sebagaimana firman Allah yang artinya ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
Dalam ayat lain Allah berfirman, sesungguhnya orang-orang yang rugi adalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.
Mbah Moen menyampaikan pada saat nanti orang kafir masuk neraka, mereka tidak akan bisa menikmati semua yang telah disiapkan disurga, karena kesemuanya itu telah (diberikan) diwariskan kepada orang mukmin.
"Ketika orang kafir masuk neraka, berarti surganya sudah diwariskan kepada orang mukmin, jadi orang mukmin itu berbahagia saja," ungkap Mbah Moen.
Baca Juga: Saran Amalan dari Mbah Moen Agar Banjir Rezeki, Cukup Baca Kalimat Ini Setelah Sholat Isya!
Inilah sebagian alasan mengapa orang mukmin harus bahagia dan bersyukur karena tidak semua orang di dunia ini akan masuk surga.
Ketika nanti semua orang masuk surga, maka berbahagialah berarti itu menandakan bahwa banyaknya orang mukmin di dunia ini.
Mbah Moen menyampaikan bahwa umat Nabi Muhammad adalah umat yang marhumah, tidak pernah habis meski para kiyai telah berkurang, islam akan tetap ramai.
"Sekarang, umat Kanjeng Nabi itu umat yang marhumah (umat yang dibelas kasihi) dan tidak akan pernah habis, kiyai tinggal sedikit sudah hampir habis, islam malah tambah ramai," ungkap Mbah Moen.
"Jadi kalau ada yang bertanya, kapan islam akan ramai? kalau kiyainya tinggal sedikit," sambungnya.
Seperti halnya nanti hanya akan ada 1 pemimpin umat islam pada hari kiamat yakni Imam Mahdi, sebagaimana firman Allah yang artinya, kebenaran itu tampak semua.***(Desta Nurwati Siamyah)