AYOJAKARTA.COM –- Dalam sebuah kajian, Mbah Moen menjelaskan tentang kebesaran Allah SWT yang tidak ada pembanding.
Menurut Mbah Moen, mengenai Kebesaran Allah SWT yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari adalah ketentuan-Nya yang aneh.
“Ketetapan Allah SWT aneh-aneh, dari dahulu sampai dengan sekarang,” ujar Mbah Moen meneruskan penjelasan.
Baca Juga: Kisah Pendeta Majusi Masuk Surga, Mbah Moen: Jangan Bangga Dulu atas Amalan yang Telah Diperbuat!
Adanya hubungan persaudaraan yang rusak akibat hasud atau rasa iri dengan orang adalah salah satu contohnya, menurut Mbah Moen.
“Padahal umat Islam diperintah untuk rukun, tetapi kenapa justru tidak sedikit umat Islam yang kumat,” sindir Mbah Moen seraya mengajak jamaah untuk menggali kedalam diri.
Namun demikian, seseorang juga tidak boleh mengatakan bahwa Islam adalah agama yang buruk, karena bisa menyeretnya ke neraka.
“Karena itu kita wajib memerangi hawa nafsu, tunduk pada ketetapan dan perintah Allah SWT,” pesan Mbah Moen untuk dilakukan jamaah.
Setiap manusia, hendaknya berusaha untuk menghindari atau bahkan menghilangkan sifat dengki yang ada di dalam diri.
Ketetapan Allah SWT yang aneh-aneh juga bisa dilihat dari peristiwa sejarah yang dialami oleh Baginda Rasulullah SAW.
“Nabi itu berasal dari kalangan Bani Hasyim, Bani Muthalib, tetapi kenapa yang memusuhi Nabi juga dari dua Bani tersebut,” terang Mbah Moen.
Terkait dengan kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai Pembawa Pesan, idealnya yang paling beriman adalah Abu Lahab, karena ia yang paling bahagia.
“Tapi justru Abu Lahab yang namanya dijadikan sebagai salah satu contoh orang yang celaka, seperti dalam Surat Al Lahab,” tanya Mbah Moen pada jamaah.
Allah SWT selalu membuat keanehan-keanehan dalam hidup manusia agar setiap manusia bisa mengetahui tentang ketentuan dan ketetapan-Nya.
Baca Juga: Ceramah Lucu Mbah Moen Tentang Ramadan, Cocok Dibagikan di Grup WhatsApp dan Facebook!
Karena terlalu banyak dan melimpah, maka apapun yang diketahui Allah SWT mustahil untuk bisa dicatat oleh manusia.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT yang telah tertulis dalam Al Quran Surat Al Lukman ayat 27.
“Habis air lautnya, tapi pengetahuan Allah SWT masih ada, ini salah satu hal yang harus diimani,” titah Mbah Moen kepada jamaah.
Dengan semakin berkurangnya manusia yang enggan untuk mengaji, maka berakibat semakin sedikitnya manusia yang mengetahui Allah SWT.
“Karena itu sekarang harus dibarengi dengan iman, apa yang dibuat Allah SWT kadang tidak masuk akal,” ujar Mbah Moen.
Dan keanehan-keanehan yang ditetapkan Allah SWT berlangsung sejak dahulu sampai dengan saat ini.
“Karena itu harus tetap iman,” kata Mbah Moen seperti dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube ppalanwarsarang pada Rabu, 1 Maret 2023.***(Karseno AJ)