AYOJAKARTA.COM – Berikut adalah penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai bolehkah manusia menikmati dunia.
Dalam menjalani hidup, umat manusia pasti ingin menikmati segala hal yang mereka inginkan di dunia.
Selama hidup, manusia pasti ingin mencoba dan menikmati hal-hal yang belum pernah mereka lakukan.
Lalu, apakah manusia boleh selamanya menikmati hal-hal yang ada di dunia?
Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat pernah membahas tentang bolehkah manusia menikmati dunia.
Ustaz Adi Hidayat atau UAH menyampaikan bahwa manusia boleh saja menikmati dunia.
Meski boleh menikmati dunia, UAH mengingatkan agar manusia tidak lupa untuk beribadah.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina: Pertamax Naik Per 1 Maret 2023
Ini karena, hal yang akan dibawa oleh manusia adalah amal-amal yang dikerjakan.
“Kata Allah nikmati, sayangi silakan nikmat, kata Nabi nikmati dunia, senikmat-nikmatnya senyamannya hidup yang enak, rumah yang nyaman, keturunan yang baik,” kata UAH dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Reelgorontalo.
“Tapi sholat, baca quran, karena kita pulang dan amal kita yang kita bawa bukan rumah kita,” sambungnya.
UAH menjelaskan bahwa saat meninggal, manusia tidak membawa kenikmatan dunia seperti benda-benda.
Baca Juga: Full Senyum! 4 Bansos Ini Akan Cair Hingga Akhir Maret 2023, Penasaran? Intip di SINI!
“Tunjukkan pada saya mana orang wafat yang bawa rumahnya? Mana orang yang wafat bawa handphonenya? Mana orang wafat bawa kerudungnya? Mana orang wafat bawa koleksi pakaiannya? Nggak ada, kita pulang bawa amal kita,” jelasnya.
“Jadi saya itu kadang-kadang sampai sekarang masih bingung orang itu tau mau wafat tapi nggak siap-siap. Udah tau mau meninggal tapi masih main-main,” lanjutnya.
UAS menuturkan bahwa boleh saya manusia menikmati kehidupan yang ada di dunia saat ini.
Akan tetapi, jangan sampai manusia lupa untuk beramal hanya karena terlalu menikmati dunia.
“Silakan kita nikmati semua pekerjaan kita, tapi beramal. Ayo sekaya-kayanya jangan nanggung jadi orang paling kaya supaya bisa berzakat, supaya bisa infaq, bisa sedekah, bisa berikan pendidikan pada anak-anak supaya pintar sholeh jadi dokter yang hafal Quran, insinyur yang hafal Quran, jadi produser bikin film-film islami, ayo cepat jangan tanggung,” tutupnya.***