AYOJAKARTA.COM – Memasuki Hitung mundur puasa Ramadan 2023 yang menurut hisab Hijriyah dari organisasi Muhammadiyah akan jatuh pada 23 Maret 2023 bulan Syaban pun tiba. Hal ini menjadi pertanda bahwa Ramadhan kurang dari 1 bulan lagi.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube NUJatimOnline pada 21 Februari 2023, Kyai Haji Maimoen Zubair atau yang akrab disebut Mbah moen membagikan keistimewaan bulan Syaban.
Bulan Syaban merupakan bulan ke-8 dalam penanggalan kalender Hijriyah dan berarti satu bulan sebelum bulan Ramadhan.
Bulan yang berada diantara bulan Rajab dan bulan Ramadhan, bulan Syaban cenderung kurang dikenali dan terkadang juga dilupakan, hal ini sebelumnya pernah dibahas oleh Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Road to Ramadan: Mengenal Dugderan, Tradisi yang Terinspirasi dari 3 Etnis di Semarang
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Bulan Syaban itu bulan yang disebut oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang shahih, sebagai bulan yang keutamaannya sering dilupakan oleh banyak orang.
“Ini bulan yang menurut Nabi dalam hadits shahih, jadi bulan yang paling dilupakan keutamaannya,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, banyak orang yang meningkatkan ibadah di Bulan Rajab, apalagi Ramadhan, hingga lupa keutamaan Bulan Syaban.
“Banyak orang yang meningkatkan ibadah di Bulan Rajab, apalagi Ramadan, hingga lupa keutamaan Bulan Syaban,” kata UAH, sebutan akrab Ustaz Adi Hidayat.
Mbah Moen membagikan keistimewaan bulan Syaban disertai dengan hadits yang menjadi penguat dari keistimewaan bulan Syaban.
Mbah Moen mengatakan bahwa bulan Syaban adalah bulannya Nabi Muhammad SAW. Hal ini diketahui melalui sebuah hadits yang dibacakan oleh Mbah Moen.
Hadits yang dibacakan dengan bahasa arab dan bahasa Jawa oleh K.H. Maimoen Zubair.
Baca Juga: Dimana Letak Ketenangan yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
"Enten hadits, 'Rajaba Syahrullah, wasya'banna syahrii, waramadhana syahri ummati,' Rajab itu Bulan Allah, dan Syaban bulanku (Nabi Muhammad SAW), dan Ramadan itu bulan umatku," kata Mbah Moen.
Bulan-bulan yang disebutkan dalam hadits oleh Mbah Moen adalah bulan yang berurutan.
"Rejeb, ruwah, poso, iki urut-urutan," terang Mbah Moen.
Apabila diterjemahkan akan menjadi, "rajab, syaban, dan ramadan ini urut-urutan," kata Mbah Moen.
Sementara itu, Syaban selain dikenal sebagai bulan terakhir sebelum puasa Ramadan, juga dikenal sebagai bulan yang erat kaitannya dengan Nifsu Syaban, yang jatuh di pertengahan Bulan Syaban.***