AYOJAKARTA.COM – Seseorang pasti menginginkan semua harapan dan keinginannya terwujud.
Agar semua harapan dan keinginannya bisa terwujud pastinya perlu usaha dan diiringi dengan doa.
Ada waktu mustajab yang bisa membuat hajat dan doa yang dipanjatkan cepat dikabulkan oleh Allah SWT.
Hal ini disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil dengan UAS lewat sebuah ceramah.
Barang siapa memanjatkan doa di tiga waktu mustajab ini, niscaya Allah akan kabulkan semua hajat dan doa yang dipanjatkan.
Dalam tausiahnya, Ustaz Abdul Somad di tiga waktu ini menjadi waktu paling mustajab ketika memanjatkan doa. Waktu apakah itu?
“Kapan waktu yang mustajab untuk berdoa?” tanya seorang jemaah pada UAS dikutip AyoJakarta.come melalui YouTube Let’s Belajar, Jumat (17/2/2023).
Menurutnya berdasarkan hadis Riwayat Tirmidzi waktu yang mustajab untuk berdoa yaitu pada waktu tengah malam, sedangkan yang kedua yaitu setelah salat fardu.
Hadis yang lain mengatakan waktu mustajab untuk berdoa adalah sebelum salam
“Hadis Riwayat Tirmidzi, tengah malam. Yang satu lagi setelah salat fardu, dua hadis,” ujar Ustaz Abdul Somad.
“Hadis yang lain mengatakan fii duburi, dubur artinya belakang sebelum salam,” imbuhnya.
Jadi menurutnya ada tiga waktu mustajab untuk berdoa agar semua hajat dikabulkan oleh Allah SWT, yaitu tengah malam, setelah salat, dan di akhir salat sebelum salam.
“Tiga kalau begitu, tengah malam, setelah salat, fii duburi di akhir salat sebelum salam,” tambahnya.
Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa di akhir salat sebelum salam maka bisa berdoa menggunakan doa-doa berbahasa Arab.
Tetapi jika tidak fasih dalam berdoa menggunakan bahasa Arab maka bisa berdoa menggunakan bahasa yang kita bisa tetapi tidak boleh dilafalkan.
Dengan demikian, mulutnya diam tetapi berdoa di dalam hati sebelum mengucap salam.
“Banyak minta kepada Allah SWT, Adapun yang nggak pandai nggak bisa bahasa Arab, maka mulutnya diam saja, di dalam hati,” tutur Ustaz Abdul Somad.
“Jadi imam belum salam tuh, masih panjang waktu, doa aja dalam hati nggak boleh diucapkan,” imbuhnya.
Adapun menurut UAS jika doa menggunakan bahasa selain bahasa Arab maka salatnya batal.
“Adapun diucapkan, batal salatnya. Karena keluar lafaz yang bukan bahasa Arab, maka batal,” lanjutnya.
Demikianlah penjelasan Ustaz Abdul Somad tentang penjelasan mengenai waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan doa agar semua hajat dan keinginan terkabul.***