AYOJAKARTA.COM – Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti tidak akan pernah luput dengan kesalahan dan dosa, baik itu secara sengaja ataupun tidak.
Ternyata terdapat dosa yang lebih besar dibandingkan dengan dosa karena berzina dan membunuh bayi hasil zina.
Bahkan dosa ini 1000 kali lebih besar dari dosa zina. Hati-hatilah karena perbuatan ini seringkali banyak yang masih melakukan. Dosa apakah itu?
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube NS BOR CHANNEL, Kamis (16/2/2023), dikisahkan pada suatu senja di zaman Nabi Musa.
Saat itu terlihat seorang wanita yang sedang berjalan dengan terhuyung-huyung berpakaian hitam menandakan tengah berada dalam duka yang mendalam.
Wanita tersebut melangkah terseret-seret mendekati kediaman Nabi Musa, di ketuklah pintu pelan-pelan sambil mengucap salam hingga terdengar sahutan silakan masuk.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Ceritakan Momen Besar di Bulan Rajab: Isra Miraj Peristiwa Penting di Mana...
Perempuan tersebut berjalan masuk ke dalam rumah sambil kepalanya terus menunduk, air matanya pun meluncur deras kemudian mengatakan:
“Wahai Nabi Allah, tolonglah saya, doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.
“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa sambil terkejut.
“Saya takut mengatakannya,” jawab sang wanita.
“Katakanlah jangan ragu-ragu,” desak Nabi Musa.
Maka perempuan tersebut dengan ketakutan bercerita “Saya telah berzina.”
Mendengar hal tersebut membuat kepala Nabi Musa terangkat dan hatinya tersentak.
“Dari perzinaan itu saya pun hamil, setelah anak itu lahir kemudian saya langsung cekik lehernya sampai meninggal,” ucap wanita tersebut sambil menangis sejadi-jadinya.
Mata Nabi Musa pun berapi-api, dengan muka berang ia menghardik wanita tersebut.
“Perempuan celaka, pergi kamu dari sini , agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu, pergi,” teriak Nabi Musa sambil memalingkan wajahnya.
Sang wanita tersebut kemudian bangkit dan melangkah keluar, dia menangis terangguk-angguk.
Ratapan tangisnya amat memilukan, ia tak tahu akan kemana lagi mengadu bahkan tidak tahu akan kemana lagi kakinya melangkah.
Karena jika nabi saja sudah menolaknya bagaimana manusia yang lainnya. Terbayang dosa-dosa yang telah diperbuat.
Alangkah mengejutkan setelah wanita tersebut keluar rumah Nabi Musa, Malaikat Jibril pun turun mendatangi sang Nabi lalu bertanya.
“Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidaklah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” kata Malaikat Jibril.
Nabi Musa pun terperanjat “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu? Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu?”
“Ada,” jawab Malaikat Jibril dengan tegas.
“Dosa apakah itu?” tanya Nabi Musa yang kian penasaran.
“Orang yang meninggalkan salat dengan sengaja dan tanpa menyesal,” jawab Malaikat Jibril.
Mendengar penjelasan tersebut membuat Nabi Musa memanggil wanita tadi untuk menghadap kepada dirinya kembali.
Kemudian dengan khusuk ia mengangkat tangan dan memohon ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa kemudian menyadari bahwa orang orang yang meninggalkan salat dengan sengaja sama saja seperti dirinya berpendapat bahwa salat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
Baca Juga: 7 Urutan Bacaan Dzikir Selesai Salat yang Benar Menurut Ustaz Adi Hidayat, Wajib Tahu!
Bukan itu saja, berarti ia seakan-akan menganggap perintah Allah SWT tidak ada artinya yaitu untuk mengatur dan memerintahkan hambaNya.
Berbeda halnya dengan orang yang bertaubat dan mengakui kesalahannya , menyesali dengan sungguh-sungguh berarti masih memiliki iman dalam dirinya.
Karena Allah akan menerima permohonan maaf dan mengampuni kesalahan dan dosa hambaNya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan tidak mengulanginya kembali.
Meskipun dosa meninggalkan salat secara sengaja dianggap lebih besar daripada dosa zina, tetapi kita tidak boleh menganggap remeh zina.
Karena dalam islam, zina termasuk dosa besar dan Allah sangat melarangnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu (perbuatan yang keji) dan suatu perbuatan yang buruk.” (QS Al Isra: 32)***