AYOJAKARTA.COM - Menyikapi segala fenomena dalam hidup, Ustaz Adi Hidayat menasihati agar tidak disikapi dengan rasa takut.
Dalam sebuah kajian, Ustaz Adi Hidayat kemudian memberikan perumpamaan dengan seseorang ketika mendaki gunung.
“Kalau antum naik gunung terus menemukan tanjakan harusnya gembira, kenapa? Karena di depannya pasti ada turunan,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Hal itulah yang perlu diketahui oleh dan dipahami setiap Hamba Allah SWT ketika mendapatkan kesulitan serta ujian dalam hidup.
Karena ujian yang dialami manusia, merupakan salah satu cara Allah SWT dalam membuka rahmat-Nya yang lebih luas.
“Antum itu dibikin kuat dulu, dibikin nangis-nangis supaya kedepan nggak keluar air mata, kebal antum dengan semua ujian yang ada,” tambah Ustaz.
Lebih lanjut Ustaz Adi Hidayat mengajak jamaah agar tidak menghadapi ujian Allah SWT dengan membuat status di media sosial.
Sebab mengeluh atau membuat status tidak akan dapat menyelesaikan masalah, tetapi justru menambah persoalan baru.
Baca Juga: Lesty Kejora Berpose dengan Mobil Sport Mewah Dihujat Warganet: Paling Sewaan
Dalam kajiannya di hadapan jamaah, Ustaz Adi Hidayat memberikan contoh dengan menukil kisah hidup yang dialami Buya Hamka.
Dimana ulama besar tersebut pernah dimasukkan ke penjara, namun justru bersyukur atas peristiwa tidak menyenangkan yang dialaminya.
“Saya bersyukur kepada Allah SWT, karena di penjara itu saya bisa menyelesaikan tafsir Al-Azhar, kalau saya tidak dipenjara tidak jadi ini tafsir,” ujar Ustaz.
Ustaz Adi Hidayat mengajak agar setiap muslim mampu untuk membaca rahmat Allah SWT yang tersembunyi dibalik ujian-ujian.
“Jadi cara membacanya, syukuri setiap nikmat Allah SWT, kalau bertambah disyukuri, kalau datang ujian, bersabar,” ajak Ustaz.
Hal yang sama mengenai rahmat juga sudah dicontohkan oleh Nabi Allah Yusuf AS, yang menjadikan penjara sebagai tempat berlindung dari kaum perempuan.
Ketampanan Nabi Yusuf yang membuatnya menjadi incaran kaum perempuan, membuat lebih bersyukur saat berada di penjara.
Baca Juga: Terkini Ricky Rizal Divonis 13 Tahun Penjara Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa
Tetapi dari balik penjara tersebut, Nabi Yusuf bisa berkenalan dengan narapidana lain yang pernah ia takwil akan menjadi Pelayan Raja.
“Begitu rajanya bermimpi ada tujuh Sapi dimakan tujuh ekor Serigala, semuanya dimakan habis, hancur semuanya, bingung menafsirkan,” terang Ustaz Adi,
Mimpi Raja yang terus berulang dan tidak bisa ditafsir oleh dukun-dukun istana, membuat Pelayan Raja memperkenalkannya kepada Nabi Yusuf AS.
Akibatnya, selain dilepaskan dari dalam penjara dan dipulihkan nama baiknya, Nabi Yusuf AS justru diangkat sebagai Bendahara Istana. ***