AYOJAKARTA.COM – Setiap manusia pasti mengininkan rezeki yang banyak dan tidak pernah kekurangan.
Akan tetapi pada kenyataannya banyak yang merasa bahwa rezeki yang diterimanya selalu kurang, padahal sudah berusaha dengan bekerja dan sudah berdoa.
Sehingga menyebabkan dirinya harus berhutang dan tak pernah lepas dari belenggu hutang yang semakin lama semakin menumpuk.
Baca Juga: Divonis Mati! Ternyata Inilah Pertimbangan Majelis Hakim terhadap Terdakwa Ferdy Sambo
Ternyata ada kebiasaan-kebiasaan yang seringkali membuat orang yang semakin banyak memiliki hutang, apakah itu?
Penceramah Buya Yahya memberikan penjelasan terkait kebiasaan-kebiasaan yang masih kerap dilakukan sehingga membuat rezeki tidak pernah cukup dan semakin terlilit hutang.
“Saya sering bangun tengah malam untuk tahajud Buya, untuk minta sama Allah agar dilepaskan dari hutang,” tanya seorang jamaah dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (14/2/2023).
“Saya berhutang untuk buka usaha Buya, tapi kok nambah saja hutang saya ini, bagaimana solusinya?” imbuhnya.
Buya Yahya menjawab bahwa usaha ada dua cara, yaitu dengan memohon kepada Allah dan usaha dhohir.
Menurutnya sudah sering memohon berdoa dan salat tahajud, namun caranya itu masih sama seperti yang dulu-dulu cara kerjanya maka akan terus saja tidak ada perbedaan.
“Bekerja tidak lihat dulu pertimbangan bisnis, minjem duit lagi, ngutangnya masih jalan, gaya hidupnya belum dirubah,” ujar Buya Yahya.
“Artinya kalau orang merasa dirinya punya utang dia semangat membayar hutangnya itu dulu, jangan ambisi ingin kaya dulu, selesaikan utangnya dulu,” imbuhnya.
Menurutnya ajaran Nabi Muhammad SAW yakni memohon kepada Allah agar dijauhkan dari utang, meminta, berdoa agar diberi petunjuk rezeki yang halal dan bersih.
Buya Yahya menegaskan bahwa jika ingin terhindar dari lilitan hutang, maka harus memiliki keinginan yang kuat untuk membayar utang serta gaya hidupnya disesuaikan.
“Jangan foya-foya saja, sekarang punya utang, sudah punya utang gaya hidupnya nggak berubah, utangnya pun nggak berubah,” katanya.
Ia juga menambahkan meskipun telah salat tahajud, namun besoknya hutang lagi ya sama saja akan terus menambah utangnya.
Buya Yahya kembali berpesan agar bisa mengubah cara hidup yakni dengan cara jangan dibiasakan untuk berhutang.
Menginginkan sesuatu padahal belum terlalu butuh dengan berhutang terlebih dahulu, dan hal tersebutlah yang akan menjadi kebiasaan berhutang.
“Lebih baik hidup dengan kesederhanaan nasi liwet, tanpa punya utang, karena utang itu merepotkan. Bagi orang yang biasa ngutang penyakit dia,” tutur Buya Yahya.
“Hidupnya akan susah, punya ambisi terus, ambisi untuk makanan. Karena ngutang itu sendiri adalah ambisi,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa banyak orang yang sebenarnya sudah cukup namun dirinya harus utang yakni dikarenakan ambisi.
Bukan itu saja, untuk menutup hutangnya tersebut maka harus dengan cara yang bermacam-macam, sehingga bisa masuk hal yang sebenarnya diharamkan.
Karena paling enak adalah hidup tanpa utang, karena orang yang punya utang biasanya hidupnya gelisah selalu memikirkan bagaimana caranya untuk membayar utang.
“Biasanya punya utang dua model manusia, yang pertama adalah cara hidupnya yang nggak bener karena ikut-ikutan, yang kedua karena tamak itu rata-rata punya utang,” kata Buya Yahya.
Menurutnya dua model orang seperti di atas akan susah menyelesaikan permasalahannya. Namun berbeda jika mempunyai utang karena misal ibunya sakit dan harus cari uang dengan utang, maka Allah akan memudahkan untuk menyelesaikan utang tersebut.***