AYOJAKARTA.COM - Setelah bulan Rajab usai, umat muslim memasuki bulan Syaban, bulan ke delapan dalam penanggalan Hijriah.
Sama halnya dengan bulan Rajab, Syaban juga mempunyai keistimewaan.
Secara harfiah bulan Syaban memiliki arti berpencar-pencar.
Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari, bulan Syaban disebut bulan berpencar karena orang-orang Arab pada zaman dahulu berpisah-pisah ke beberapa tempat untuk mencari air dan berperang setelah lepas bulan Rajab.
Bulan Syaban juga memiliki nama Al Ajlan yang berarti bulan yang cepat.
Hal ini dikarenakan waktu terasa cepat berlalu hingga bulan berikutnya, yaitu Ramadan.
Namun banyak manusia yang melalaikan bulan Syaban.
Rasulullah SAW bersabda:
"Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadan".
Baca Juga: Kriteria Jodoh dalam Pandangan Islam, Ustaz Abdul Somad Ungkap 4 Poin Ini, Nomor 3 Paling Utama!
Adapun keistimewaan bulan Syaban antara lain sebagai berikut dikutip ayojakarta.com dari republika.co.id pada Jumat (10/2/2023):
1. Bulan melaksanakan Tarhib Ramadan
Tarhib Ramadan merupakan kegiatan menyambut bulan Ramadan dengan segala kesiapan, keluasan, serta kelapangan jiwa serta raga, maka Syaban adalah momen untuk menyambut bulan Ramadan.
Rasulullah SAW senantiasa berdoa di bulan Rajab:
"Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ"
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan pertemukanlah kami dengan Ramadan".
Imam Abu Bakr al-Balkhi menasihati muridnya,
"Rajab adalah bulan menanam. Syaban adalah bulan menyirami tanaman. Ramadhan adalah bulan memanen tanaman."
2. Waktu untuk berpuasa sunah
Di bulan Syaban manusia bisa membiasakan diri dalam menyambut Ramadan dengan cara memperbanyak puasa sunah.
Sebagaimana kesaksian ummul mukminin, Ummu Salamah:
"Saya tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali (pada) bulan Sya'ban dan Ramadan" (HR an-Nasai).
Riwayat ini menerangkan bahwa Rasulullah SAW giat berpuasa 30 hari menjelang Ramadan yaitu di bulan Syaban.
Baca Juga: Qodho Puasa Tertunda? UAS: Boleh Qadha Puasa Setelah Nisfu Syaban
3. Bulan diangkatnya amal-amal menuju Tuhan Semesta Alam
Di bulan sebelum Ramadan ini amal-amal perbuatan manusia diangkat ke hadirat Allah SWT.
Allah SWT akan memberi ampunan bagi mereka yang bertaubat, mencurahkan kasih sayang bagi mereka yang memohon dan menyingkirkan hamba-hamba-Nya yang bersifat pendengki.
Rasulullah SAW bersabda:
"Syaban merupakan bulan amal-amal diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa." (HR an-Nasai)
Baca Juga: 1 Syaban Jatuh Besok, 15 Maret 2021
4. Bulan bagi para pembaca Quran
Bulan Syaban merupakan bulan yang tepat bagi umat muslim untuk meningkatkan diri dalam membaca serta mengkaji Alquran, sebelum datangnya bulan Ramadan.
Sebagaimana dinukil oleh Kyai Suhail dari pendapat Imam Salamah bin Kuhail rahimahullah:
"Dahulu dikatakan bahwa Sya'ban merupakan bulannya para pembaca Alquran."
Bulan Syaban juga disebut sebagai Syahr al-Qurra karena datang tepat sebelum Ramadan yang digelari Syahr Alquran.
Artikel ini telah tayang di republika.co.id dengan judul Keutamaan Syaban.***