AYOJAKARTA.COM -– Nabi Muhammad SAW ternyata memiliki doa yang disimpan bahkan di saat terendah dalam hidupnya. Apa doa yang disimpan itu dan mengapa doa itu disimpan?
Ustadz Abdul Somad menjelaskan melalui ceramahnya yang penuh akan nilai-nilai yang bisa menjadi bahan muhasabah atau merenung.
Ustadz Abdul Somad atau yang akrab dipanggil UAS menjelaskan doa apa yang disiman oleh Nabi Muhammad SAW dikutip melalui kanal Youtube ONE MINUTE BOOSTER oleh ayojakarta.com pada 8 Februari 2023.
Baca Juga: Dahsyat Manfaatnya! Ini Keutamaan Amalan Sedekah Subuh Menurut Syekh Ali Jaber
Ternyata, ada utusan Allah atau nabi yang doanya disimpan, dan tidak digunakan. Padahal setiap nabi memiliki doa maqbul. Apabila ditelusuri melalui KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, doa maqbul adalah doa yang dikabulkan.
“Setiap nabi punya doa maqbul. Doa Nabi Musa sudah dipakainya. Doa Nabi Nuh pun juga sudah dipakai. Tapi doa Nabi Muhammad SAW disimpan,” terang Ustadz Abdul Somad
Bahkan dalam kondisi terendah dari Nabi Muhammad SAW, beliau tetap menyimpan doanya.
“Ketika giginya retak. Pelipisnya berdarah. Ketika dia sudah terancam akan mati dikepung kafir musyrik,” kata UAS.
Maka melalui posisi yang kesulitan tersebut para sahabat pun berteriak, Ustadz Abdul Somad memperagakan dialog antara Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Baca Juga: Nasehat Mbah Moen: Agar Rezeki Mengalir Deras dalam Rumah Tangga, Bacalah Surat Ini!
“Berteriak sahabat yang menjaga keliling, ‘Ya Rasulullah inilah masanya doa kepada Allah, supaya turun hukumannya,’” kata Ustadz Abdul Somad.
Namun, jawaban Rasulullah sangat aneh. Hal ini diceritakan oleh Ustadz Abdul Somad.
“Kata nabi tidak. Biar aku simpan ini satu doanya,” terang UAS.
Saat itu para sahabat bertanya-tanya dalam diam, karena tidak lama Nabi Muhammad SAW kembali meneruskan kalimatnya.
“Syafaatan li ummati yaumal qiyamah,” kata UAS.
Apabila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi, ‘Syafaat umatku di hari kiamat.’
Ustadz Abdul Somad menyadarkan bahwa seorang nabi yang belum pernah melihat umatnya, menyimpan sebuah doa di kala posisinya sendiri sedang kesulitan.
“Begitu sayangnya nabi tuh ke kita. Dia tak tahu kita. Dia tak jumpa kita. Tapi dia katakan ini,” ucap Ustadz Abdul Somad.
“Kusimpan ini untuk umatku yang akan datang 1437 tahun yang akan datang,” tutup Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad pun bertanya, “Apa yang kita buat untuk Nabi MUhammad SAW?”
Sementara menurutnya, untuk menggerakan lidah bersholawat pun belum tentu mau.
“Untuk menggerakan lidah bersholawat pun tak mau,” tegas UAS yang menjadi bahan muhasabah.
Sudah seharusnya umat muslim yang mengharapkan syafaat Nabi Muhammad SAW, rajin membaca sholawat untuk mendapatkan doa yang disimpan kelak di hari kiamat.***(Zharifah Ardiana)