Khazanah

Simak Ulasan Petuah Penuh Hikmah, Seperti Inilah Pandangan Mbah Moen Tentang Makna Pandawa Lima

Oleh: Karseno AJ Selasa 31 Jan 2023, 17:12 WIB
KH Maimun Zubair alias Mbah Moen dalam satu ceramahnya sempat membahas Pandawa Lima, yakni salah satu budaya Indonesia.

AYOJAKARTA.COM – Selain dikenal sebagai sosok ulama yang kharismatik, KH Maimun Zubair alias Mbah Moen juga dikenal sebagai sosok kyai yang mengakar pada budaya nusantara.

Hal tersebut diketahui dari wejangan-wejangan KH Maimun Zubair yang tidak jarang memiliki keterkaitan dengan cara audiens memandang aspek kebudayaan.

Salah satu bukti keluasan ilmu Allah yang diamanahkan pada KH Maimun Zubair adalah ketika membahas Pandawa Lima.

Baca Juga: Meski Tak Hafal Al Quran, Mbah Moen Sebut sebagai Orang Islam Wajib Hafal 7 Ayat Ini, Apa Saja?

Dalam dunia pewayangan yang merupakan salah satu budaya asli nusantara, istilah Pandawa Lima tentu sudah sangat familiar di telinga.

Pandawa Lima adalah sosok yang terdiri dari Kunthodewo, Brothoseno, Raden Janoko, Nakulo serta Sadewo.

“Orang itu bisa hidup dengan enak, jika Pandawa Lima sudah ditegakkan,” terang KH Maimun Zubair yang akrab dengan sapaan Mbah Moen, dikutip dari kanal YouTube eL Yeka pada Selasa, 31 Januari 2023.

Baca Juga: Pusing dengan Lilitan Utang? Coba Amalkan 3 Wasiat dari Mbah Moen Ini di Waktu Subuh, Niscaya Rezeki Lancar

Dalam Pandawa Lima, Kunthodewo adalah merupakan sosok yang dianggap sebagai sesepuh karena memiliki jimat Kalimosodo.

“Kalimo itu artinya kalimat, sedangkan Sodo itu berarti Syahadat, Kalimat Syahadat,” ujar Mbah Moen kepada jamaah.

Kata Kalimo juga bisa dimaknai dengan Lima, Sodo bermakna sebagai angka genap Dua Belas, jika digabung, maka Kalimosodo bermakna angka 17 belas, jumlah rakaat sholat.

Brothoseno adalah pemilik ajian Kuku Ponconoko, Ponco itu berarti lima dan Noko berarti waktu, pemilik lima waktu.

Baca Juga: Mbah Moen Ingatkan 3 Perkara Berbahaya yang Harus Dihindari, Hati-hati Allah Membencinya

Raden Janoko, adalah pemilik kesaktian yang bergelar Danang Joyo, Danang berarti Memberi, sementara Joyo berarti Sakti.

Dalam ajaran Islam, Donong Joyo bisa dimaknai dengan melakukan pemberian atau yang biasa disebut dengan Zakat.

Nakulo, atau bentuk singkat dari kata Menang Kulo atau Menang Olehe Ngawulo, merupakan bentuk lain dari kemenangan yang disebabkan karena berpuasa.

“Kanjeng Nabi bisa menguasai Mekkah ya di bulan puasa, mengalahkan orang kafir juga di bulan puasa,” jelas Mbah Moen.

Baca Juga: Ajakan Muhasabah Diri ala Mbah Moen sebagai Bahan Renungan dan Introspeksi

Nakulo atau kadang disebut juga Nengkulo, memiliki arti Meneng ngawulo ning Gusti Allah, bersikap pasrah atas kehendak Allah dengan cara berpuasa, menahan diri.

Sedangkan Sadewo memiliki makna sudah menjadi dewa atau sudah dianggap sebagai manusia yang memiliki kasta atau kelas sosial tinggi.

Dalam perspektif sosial di masyarakat, orang yang memiliki kelas tinggi adalah orang yang sudah melakukan ibadah Haji.

“Sadewa, sudah menjadi dewa atau sudah menjadi haji, ada orang sudah haji tapi jadi bandar judi, apakah itu pantas?” pungkas Mbah Moen.***

 
Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana