AYOJAKARTA.COM – Penceramah Ustadz Abdul Somad dalam satu kajiannya membicarakan tentang takdir. Banyak bahasan yang tidak akan habis apabila tidak dilandasi dengan adab dan ilmu serta akhlak yang benar tentang pembahasan takdir.
Menurut Ustadz Abdul Somad, takdir tidak hanya seputar kaya-miskin, indah-buruk, masuk surga atau masuk neraka.
Ustadz Abdul Somad dalam menjelaskan takdir menggunakan metode cerita dan menjelaskan perbedaannya.
"Berangkat dari rumah, motornya sudah diperiksa, berdoa. Pelan-pelan (naik motornya), ditabrak orang juga dari belakang, itu takdir," kata Ustadz Abdul Somad, dikutip dari kanal YouTube-nya, Selasa, 31 Januari 2023.
Ia mengungkapkan seperti orang yang tertabrak motor meskipun sudah bersiap-siap seperti memeriksa kendaraaan dan berdoa, seperti itulah takdir.
Sementara, misalnya ada orang yang tidak memperhatikan kecepatan kendaraan dan masuk parit, itu merupakan hukum sebab akibat. Sebabnya seseorang masuk parit adalah akibat dari dia melaju dengan kecepatan tinggi saat naik kendaraan.
Baca Juga: Risau Masalah Jodoh yang Belum Tampak Hilalnya? Ustadz Abdul Somad Bagikan Solusi agar Hati Tenang
"Ngebut-ngebut masuk parit, itu sebab akibat," terang UAS, sebutan akrab Ustadz Abdul Somad.
Selanjutnya, ia menambahkan pengandaian yang lain.
"Mahasiswa belajar sudah baik, datang tepat waktu, melaksanakan tugas, hubungan dengan dosen baik, tiba-tiba pas mau ujian sakit, itu takdir," kata Ustadz Abdul Somad.
Sementara itu, apabila ada mahasiswa begadang malam, pulang keluyuran, dan mendapatkan IPK 2,5, itu disebut sebab akibat.
"Begadang malam, pulang keluyuran, IPK 2,5, itu sebab akibat," terang Ustadz Abdul Somad.
Lebih lanjut akhirnya UAS menjelaskan tentang takdir manusia.
"Manusia ada saatnya memilih, ada saatnya dipilih," kata UAS.
"Saya jadi orang Melayu, saya tidak pernah memilih, saya dipilihkan Allah. Bapak saya orang Minangkabau, bapak tidak pernah memilih, bapak dipilihkan Allah," terang Ustadz Abdul Somad.
Lebih dalam, ceramah ditutup dengan satu kalimat.
"Tetapi menjadi orang beriman itu pilihan," tutup UAS.
Kata UAS, beriman itu pilihan, salah satunya adalah mengimani takdir yang dipilihkan Allah. Sebagaimana setiap muslim wajib mengimani rukun iman.***