Khazanah

Bolehkah Baca Al-Quran Tidak Wudhu, Sedang Haid, dan Tanpa Jilbab? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Oleh: Nisrina Harum Lestari Sabtu 21 Jan 2023, 21:13 WIB
Bolehkah Baca Al-Quran Tidak Wudhu, Sedang Haid, dan Tanpa Jilbab? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

AYOJAKARTA.COM – Berikut adalah penjelasan Ustadz Adi Hidayat mengenai bolehkah baca Al Quran tidak wudhu, sedang haid, dan tanpa jilbab.

Seperti yang diketahui, Al Quran adalah kitab suci dan bagian penting dalam hidup umat muslim.

Sebelum membaca Al Quran, tentu ada hal-hal yang harus diperhatikan khususnya oleh kaum perempuan.

Dalam salah satu ceramah yang dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Info Singkat Official, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan mengenai hukum membaca Al Quran tidak wudhu.

“Dalam konteks ini Imam An-Nawawi dalam kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Quran, semua ulama sepakat, ingat semua ulama sepakat. Dalam konteks orang yang tidak punya wudhu itu masih dibolehkan  untuk menyentuh atau ingin membaca walaupun itu bukan yang utama, diutamanya anda punya wudhu,” jelasnya.

Baca Juga: Perbanyak Amalan di Bulan Rajab, Ustadz Adi Hidayat Ajak Tingkatkan Takwa untuk Persiapan Ramadan

Kemudian, Ustadz Adi Hidayat menerangkan mengenai hukum membaca Al Quran bagi perempuan yang sedang haid.

Menurutnya, perempuan haid tidak diperkenankan untuk membaca Al Quran.

“Tapi kalau haid itu beda. Bahwa orang perempuan yang tengah haid itu kalau untuk nyentuh boleh, tapi untuk baca itu yang tidak diperkenankan,” terangnya.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa ada perbedaan pendapat ulama mengenai hukum membaca Al Quran bagi perempuan yang sedang haid.

Namun, pendapat yang kuat mengenai hal ini adalah perempuan yang sedang haid tidak diperkenankan untuk membaca Al Quran.

Baca Juga: Kenapa Selalu Turun Hujan saat Imlek? Ternyata Ini Maknanya menurut Feng Shui dan BMKG

Walaupun begitu, Ustadz Adi Hidayat menyebut jika perempuan yang haid boleh membaca tafsir Al Quran.

“Walaupun disini ada perbedaan pendapat ulama, tapi yang paling rajih untuk perempuan yang haid untuk baca Quran itu tidak diperkenankan,” katanya.

“Tapi kalau dia mau mendengarkan tafsir itu boleh, baca tafsirnya baca tajwidnya boleh. Kalau baca Qurannya tidak, dia menunggu sampai sucinya,” sambungnya.

Ustadz Adi Hidayat kemudian memberikan saran kepada perempuan yang saat sedang haid ingin membaca Al Quran.

Ia menuturkan bahwa perepuan bisa mengatur waktu kapan dirinya boleh membaca Al Quran.

Baca Juga: Ternyata Ada Makna Besar Dibalik Turunnya Al Quran, Apakah Itu? Simak Penjelasan Mbah Moen Berikut

“Makanya saya sarankan kepada perempuan-perempuan, ibu yang dalam keadaan belum suci ibu misalnya bisa atur waktu. Saat suci ibu baca Qurannya, saat ibu dalam keadaan haid ibu baca tafsirnya, tajwidnya, fiqihnya, itu MasyaAllah,” tuturnya.

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa apabila saat sedang haid amalan tersebut tidak dikerjakan maka pahalanya tetap mengalir.

“Dan berita baiknya, ketika ibu beramal dalam keadaan sucinya, kemudian saat sedang tidak suci amal itu engga dikerjakan itu otomatis pahalanya tetap mengalir,” ungkapnya.

“Ibu baca saat suci, begitu saat haid ibu engga baca, ibu baca tafsirnya, itu pahala kebiasaan ibu baca Al-Quran dituliskan seketika, sempurna pahalanya,” sambungnya.

Baca Juga: Ramadan Sebentar Lagi! Ketahui 5 Keutamaan Puasa di Bulan Ramadan

Kemudian mengenai membaca Al Quran namun tidak mengenakan jilbab, Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan.

Dipaparkan olehnya bahwa tidak ada aturan yang mengatur hal tersebut.

Namun, alangkah lebih baik jika membaca Al Quran dalam keadaan yang baik.

“Bagaimana kalau tanpa jilbab? Tidak ada aturan yang mengatur itu tapi kalau dalam adab itu yang sempurna dibacakan dalam keadaan yang baik. Yang perempuan berwudhu dulu, kenakan jilbab yang baik, menghadap ke arah kiblat, itu adabnya ada,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Rohmana Kurniandari