AYOJAKARTA.COM – Melalui penghujung tahun 2022, warganet dikejutkan oleh berbagai foto dan video penampakan kota Mekah di Arab Saudi yang mana terlihat sangat menghijau.
Bahkan tidak sedikit ternak yang menikmati rerumputan di tempat yang awalnya padang pasir.
Menjadi viral, kaum muslim mengaitkan dengan salah satu tanda kiamat yang mana dari sebuah hadits Rasulullah bahwa salah satu tanda kiamat adalah menghijaunya tanah jazirah Arab.
Dikutip melalui kanal Youtube Al-Bahjah TV oleh AyoJakarta.com pada 16 Januari 2023, Buya Yahya secara khusus menjawab banyak pertanyaan warganet terkait apakah kiamat sudah dekat.
Baca Juga: Ustadz Fahmi Jamin Tanah Arab Hijau sebagai Salah Satu Tanda Kiamat, Tak Boleh Santai!
Baru-baru ini, semenjak penghujung 2022 hingga memasuki tahun baru 2023, warganet dibuat heran dengan padang pasir yang terik di Arab tiba-tiba berubah menghijau, sejuk, bahkan seperti pegunungan di Indonesia.
Hal ini ternyata memicu teori-teori terkait kiamat yang semakin dekat, bahkan teori ini sangat dipercayai karena ada hadits terkait tanda-tanda kiamat.
Sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.” (HR. Muslim).
Apakah ini tandanya kiamat semakin dekat? Buya Yahya buka suara terkait banyaknya pertanyaan maupun teori terkait kiamat.
Baca Juga: Terlalu! Jaksa Beberkan Fakta Putri Candrawathi Berganti Pakaian Seksi Demi Jebak Brigadir J
Buya Yahya berkata bahwa ini semua berkat viral dan media sosial sehingga orang dengan cepat mengetahui fenomena Arab menghijau.
"Sebenarnya, ini bukanlah sesuatu (sebuah tanda) yang besar," terang Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa meskipun Hadits itu shahih muslim atau disebut hadits yang kuat, lebih banyak tanda-tanda kiamat yang lebih besar.
"Ini salah satu tanda kecil dari kiamat," terang Buya Yahya.
Pada dasarnya, kiamat ada dua, yaitu kiamat kubra dan sugra. Kiamat sugra merupakan kematian setiap makhluk yang hidup dan bernyawa, sementara kiamat kubra adalah kiamat besar dimana hancurnya seluruh semesta.
Baca Juga: Viral Fenomena Alam Arab Saudi Dikaitkan dengan Hari Kiamat, Ternyata Begini Penjelasan Ilmiahnya
Hal ini menjadikan kiamat kubra lebih dicermati oleh manusia pada umumnya. Setiap tanda kecil dari kiamat kubra lebih menghebohkan daripada kiamat sugra.
"Arab hijau, heboh, padahal itu tanda kecil, bagaimana dengan tanda kiamat sugramu? Apakah sudah siap?" Tanya Buya Yahya.
Ia mengingatkan bagaimana lebih banyak orang yang takut menghadapi kiamat besar, yang tidak diketahui kapan pasti datangnya, sementara sedikit yang takut dan mempersiapkan kiamatnya sendiri, dalam hal ini kematian.
Lebih lanjut, kiamat besar haruslah disertai matahari terbit dari barat, munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa A.S., adanya Imam Mahdi, dan sebagainya yang mana belum ada yang terjadi.
Baca Juga: Dituntut 8 Tahun Penjara, Ricky Rizal Mendapat Keringanan karena Jadi Tulang Punggung Keluarga
Buya Yahya mengingatkan pentingnya mempersiapkan kiamat kecil, atau kematian daripada membahas tanda kiamat kubra.
"Kita tidak tahu kapan mati, naudzubillah nanti sore bagaimana?" Tanya Buya Yahya.
Kemudian, Buya Yahya juga membahas bahwa ada dua masa dimana taubat tidak diterima.
Satu saat nyawa atau ruh sudah ditenggorokan, atau disebut sakaratul maut. Ruh manusia saat itu akan diperlihatkan surga dan neraka, maka dari itu, taubat sudah tidak diterima.
Selanjutnya adalah saat tanda besar dalam kiamat besar terjadi, saat sekarat ketika kiamat besar terjadi. Taubat sudah tidak diterima lagi.
Tetapi, Buya Yahya menegaskan bahwa sebelum kiamat, akan ada kabut yang menaungi ahli iman atau orang beriman, dan mereka meninggal di dalamnya, sehingga mereka tidak merasakan pedihnya kiamat besar.***