Khazanah

Kata Ustadz Abdul Somad, jika Masalahmu Datang Bertubi-tubi Itu Tandanya Allah……

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Sabtu 14 Jan 2023, 19:35 WIB
Kata Ustadz Abdul Somad, jika Masalahmu Datang Bertubi-tubi Itu Tandanya Allah……

AYOJAKARTA.COM – Ustadz Abdul Somad memberikan sebuah nasehat dimana walaupun ujian datang kepada kita secara bertubi-tubi, maka jangan menyerah karena itu tanda bahwa Allah sayang kepada kita.

Ustadz Abdul Somad adalah seorang ulama atau penceramah agama Islam sekaligus motivator yang berfokus pada ilmu hadis dan fikih.

Ustadz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS adalah seorang lulusan Al Azhar dengan gelar Lc.

Baca Juga: Telak! Putri Candrawathi Mendadak 'Amnesia' saat Hakim Beberkan CCTV Berduaan dengan Kuat Maruf

Ceramah UAS menjadi salah satu ceramah yang ditunggu oleh para jamaah dan menjadi ceramah yang terfavorit.

Tak kadang dalam membawakan ceramah, juga diselingi dengan berbagai candaan khasnya yang membuat jamaah tertawa hingga mencairkan suasana namun tetap mengena di hati.

Seperti ceramah UAS satu ini yang dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube Ciknang Multimedia, yang mengatakan bahwa ujian yang datang bertubi-tubi merupakan tanda Allah Sayang kepada kita.

Sebenarnya banyak cara kita untuk menghapuskan dosa-dosa.

Baca Juga: Publik Murka! PN Jaksel Ramai Digeruduk Massa, Minta JPU Tuntut Hukuman Mati Ferdy Sambo CS

Bahkan kata UAS duri yang menancap di jari kita sesungguhnya itu adalah salah satu cara Allah dalam menghapuskan dosa kita.

Ujian yang datang bertubi-tubi ke kita, itu merupakan tanda Allah sayang dan merupakan cara pembersihan dosa kita.

Bahkan dari ujian tersebut merupakan salah satu cara Allah SWT menaikkan derajat kita.

“Allah menguji manusia membuat derajatnya naik, Allah menguji manusia membuat dosanya hilang, Allah menguji manusia membuat dia sabar dan ketika dia sabar Allah berikan balasan,” ujar UAS.

Padahal balasan yang diberikan oleh Allah tidak dapat dihitung oleh manusia, tetapi orang justru memandang bahwa inilah orang yang terlaknat karena terus didera ujian.

Padahal orang yang terlaknat adalah orang yang ketika diberikan nikmat, manusia itu menganggap itu nikmat padahal itu hanyalah azab yang tertunda.

“Kata Allah: Kami berikan mereka istidraj tanpa mereka sadari, mereka sedang dipermainkan Allah SWT. Orang menyangka mereka adalah orang-orang yang diberi nikmat padahal sesungguhnya dia sedang dipermainkan dengan azab tapi berbaju nikmat,” kata UAS.

“Jangan sampai kita sala pandang karena salah berpikir maka kita akan salah melihat salah berbicara akhirnya kita akan suudzon kepada Allah SWT,” ujarnya.

Kadang kita selalu berpikir dimana keadilan Allah, mengapa orang yang tidak pernah berbuat pahala tidak pernah berbuat shodaqoh, bahkan tidak pernah salat itu mendapat rezeki yang melimpah, umur yang panjang dan badan yang sehat.

Itulah salah paham kita kepada Allah, padahal saat itu Allah sedang berbuat yang seadil-adilnya kepada manusia.

“Ada orang yang salah diberikan Allah ujian sakit lalu kemudian hapus dosanya, bersih dia menghadap Allah,” ucap UAS.

“Tapi ada orang-orang yang salah karena dia tahu perbuatannya itu salah diteruskan dalam kesalahannya, mereka tidak kafir, tapi banyak orang yang disesatkan Allah, namun ada pula yang diberi hidayah oleh Allah,” tambahnya.

Menurut Ustadz Abdul Somad, orang yang disesatkan Allah adalah mereka orang-orang yang fasik, yaitu orang yang tahu bahwa perbuatannya salah dia lakukan kesalahan itu dengan penuh kesadaran.

Mereka akan di azab oleh Allah di dunia, bukan dalam bentuk kemiskinan, bukan dalam bentuk kefakiran, bukan dalam bentuk penyakit.

Namun Allah mengazab mereka justru dalam bentuk kenikmatan agar dia semakin jauh dari Allah SWT.

“Allah tidak pernah berbuat dzalim menganiaya walaupun sebesar biji sawi, sebesar ujung rambut, sebesar ujung tombak, sebesar mata kail pancing sebesar butiran debu sebesar tapak kaki semut yang hitam di atas batu yang hitam, tidak pernah Allah SWT dzalim dan aniaya,” ujar UAS.

Maka ujian yang bertubi-tubi Allah berikan kepada manusia bukan berarti sebuah azab, namun bisa jadi itu tanda sayang Allah kepada kita.

Agar manusia terus mengingat Allah, dan Allah sedang menghapus segala dosa dosanya supaya dia bersih sebersih-bersihnya.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Aulli R Atmam