AYOJAKARTA.COM – Apakah takdir itu bisa dirubah? Simak salah satu penjelasan dari Ustadz Abdul Somad tentang takdir ini.
Takdir diketahui sebagai salah satu hal yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, bahkan sebelum seorang manusia diciptakan.
Pastinya, banyak orang yang bertanya-tanya, apakah sebuah takdir dapat diubah oleh manusia?
Hal ini kemudian yang juga dipertanyakan oleh seseorang kepada Ustadz Abdul Somad, sebagai penceramah yang terkenal di Indonesia.
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, ada sebuah pertanyaan yang diajukan tentang kemampuan manusia untuk mengubah takdir.
“Tak ada yang bisa merubah takdir kecuali doa,” ujar Ustadz Abdul Somad.
“Jika ada takdir seperti apa yang bisa dirubah?” lanjutan pertanyaan tadi.
Ustadz Abdul Somad kemudian menjelaskan, bahwa Allah tidak akan merubah nikmat yang telah ditetapkan kepada hambanya.
Sementara itu, orang itu sendiri ternyata yang mampu membuat apa yang telah ditetapkan kepadanya menjadi berubah.
“Allah tidak merubah nikmat yang sudah ditetapkan kepada hamba. Orang itulah yang merubah nikmat itu dengan perbuatan mereka,” jelas UAS.
Ustadz Abdul Somad kemudian mencoba menggunakan perumpamaan untuk membuah pemahaman menjadi lebih mudah.
“Sebenarnya Allah sudah mau kasih engkau satu ekor kambing hari ini, tapi karena perbuatan maksiat dosamu, kambing yang ada malah mati,” kata UAS.
Menegaskan kembali lagi, UAS menyatakan bahwa manusia itu sendiri yang sebenarnya bisa mengubah takdir yang telah ditetapkan kepadanya.
“Allah sudah berikan nikmat ‘Ini aku kasih engkau satu nikmat nih’ mereka sendiri yang merubah nikmat itu ‘tak jadi kukasih kata Allah’,” terang Ustadz Abdul Somad.
UAS kemudian menjelaskan, bahwa tidak sepatutnya seorang manusia mengurus yang bukan urusannya.
“Nikmat apa itu? Kalau kau mau hitung nikmat Allah, sebab itu urus urusan engkau biarkan Allah mengurus urusan-urusannya,” terang UAS.
“Urusan kita apa? Samikna wa atokna, beribadah amar ma’ruf nahi mungkar. Buat baik, jauhi dosa,” tambahnya.
Ia kemudian menjelaskan, bahwa apa yang telah terjadi kepada manusia di dunia ini juga disebabkan oleh tindakannya sendiri.
“Maka masalah-masalah di dunia ini sebenarnya gara-gara kita banyak buat dosa. Tobat, tobat, tobat,” jelas Ustadz Abdul Somad. ***