AYOJAKARTA.COM - K.H Maimun Zubair, atau biasa disapa Mbah Moen membongkar dua hal yang tidak akan hancur pada hari kiamat.
Hal itu diceritakan Mbah Moen dalam salah satu ceramahnya, bahwa semuanya akan hancur di hari kiamat, kecuali dua hal ini.
Lantas, apa saja dua hal yang di maksud Mbah Moen? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.
Baca Juga: Ternyata Ada Makna Besar Dibalik Turunnya Al Quran, Apakah Itu? Simak Penjelasan Mbah Moen Berikut
Salah satu aspek rukun iman yang wajib dipercayai bagi umat muslim yaitu percaya pada hari kiamat.
Dijelaskan dalam Al-Quran hari kiamat atau hari akhir merupakan hari hancurnya alam semesta beserta seluruh isinya atas kehendak Allah SWT.
Seperti yang dijelaskan Mbah Moen pada saat hari kiamat, semua langit akan pecah, rusak, bahkan bintang akan berjatuhan dari langit.
“Langit akan pecah, rusak sebab di lempit, bintangnya berjatuhan,” kata Mbah Moen dilansir dari YouTube Ziip Production pada, Senin (11/1/2023).
Dijelaskan Mbah Moen bintang-bintang bisa berjatuhan karena langitnya sudah pecah, dan tidak ada lagi.
“Ketika bintang berjatuhan, sebab langitnya sudah pecah, rusak, sudah tidak ada lagi karena di kemasi,” jelas Mbah Moen.
Baca Juga: Inilah Daftar Karomah Mbah Moen yang Akan Menggugah Kesadaran Sebagai Hamba Allah
Tidak hanya langit ke satu bahkan kehancuran akan terjadi sampai langit ke tujuh.
Namun ada dua hal yang tidak rusak yaitu Al Kursy dan Arsy.
“Semua pecah rusak ke tujuh langit kecuali dua Al Kursy dan Arsy, keduanya adalah tempat Allah SWT di surga,” ungkap Mbah Moen.
Baca Juga: Tanah Arab Menghijau Dekat dengan Kiamat? Mbah Moen Beri Wejangan Tanda-Tanda Akhir Zaman
Sebab Arsy merupakan singgasana Allah SWT, yang dikelilingi oleh para malaikat.
Selain singgasana Allah SWT, disebutkan Mbah Moen yaitu Al Kursi, karena Al Kursi merupakan tempat kedua kaki (Allah), dimana tidak ada seorangpun yang tidak dapat memperkirakan ukurannya.
Menurut Mbah Moen pada saat hari kiamat, kehidupan di bumi ini merupakan bekal orang Mukmin untuk menuju surga.
“Sedangkan buminya untuk bekal orang mukmin ke surga, bumi itu yang mengenakan rasa,” pungkas Mbah Moen.***