AYOJAKARTA.COM – Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Islam.
Ketentuan untuk berpuasa di bulan Ramadhan dijelaskan melalui firman Allah SWT dalam Quran Surah Al Baqarah ayat 183.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."
Tujuan berpuasa ini utamanya untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Qadha Puasa di Senin Kamis, Bagaimana Niat dan Pahalanya? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Saat menunaikan ibadah puasa Ramadhan, umat Muslim wajib menahan diri dari rasa lapar, dahaga, serta dari berbagai hal yang dapat membatalkan puasa, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib).
Lalu bagaimana hukumnya bila punya hutang puasa di Ramadhan tahun lalu?
Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan mengenai hukum membayar hutang puasa Ramadhan.
“Puasa kami banyak bolong disengaja atau tak sengaja, bagaimana cara menggantinya?” tanya salah satu jamaah kepada UAS sebagaimana dikutip AyoJakarta.com dari unggahan kanal YouTube Hubun, Senin, 9 Januari 2023.
Ustadz Abdul Somad menjawab bahwa puasa Ramadhan yang ditinggalkan harus diganti dengan qadha puasa.
Adapun bacaan niat puasa yang merupakan pengganti untuk puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.
“Nawaitu sauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.”
Artinya: "Aku niat untuk mengqadha puasa di bulan Ramadhan besok hari karena Allah SWT".
Atau bisa membaca niat “Nawaitu sauma qadha’in lillahi ta'ala”.
Menurut Ustadz Abdul Somad niat puasa qadha ramadhan dalam hati saja tidak dilafalkan tetap sah.
Orang yang tinggal puasanya lalu bertaubat dan melakukan qadha puasa, maka satu tahun bisa meng-qadha 80 hari lunas.
“Yang tinggal puasanya lalu sekarang taubat, qadha. Satu tahun bisa meng-qadha 80 hari lunas, bagaimana caranya? Senin Kamis delapan hari, sepuluh bulan delapan puluh hari,” jelas UAS.
“Tetapi niatnya, niat qadha,” tambahnya.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Sindir Keras Laki-Laki yang Sholat di Rumah: Jangan Ulangi Lagi
Ustadz Abdul Somad menuturkan bahwa yang niat puasa qadha hari Senin atau Kamis akan dapat dua pahala yakni pahala qadha lunas dan mendapat pahala dari puasa sunnah.
“Yang niat qadha hari Senin dapat dua pahala. Pahala qadhanya lunas dan dapat pahala puasa sunnah,” jelasnya.***