AYOJAKARTA.COM – Membaca ayat suci Al-Quran merupakan suatu ibadah yang mulia bagi semua umat Islam.
Orang yang melantunkan bacaan Al-Quran dengan mentaati aturan (tajwid) yang benar, dan dihayati biasa disebut Qoriah.
Namun, baru-baru ini publik dibuat heboh oleh seorang pria yang menyawer seorang Qoriah Nadia Hawasyi saat membaca Al Quran.
Aksi pria yang nyawer uang kepada Nadia Hawasyi itu menuai beragam komentar netizen.
Lantas bagaimana hukumnya nyawer orang yang sedang melantunkan Al Quran?.
Ustadz Adi Hidayat dalam YouTube pribadinya yakni Adi Hidayat Official menjelaskan dalam mendengarkan ayat suci kita harus berusaha mendengarkan.
Tidak hanya itu, kita juga harus menghayati, merenungi dan mengamalkan isi dari Al Quran.
Baca Juga: Qadha Puasa di Senin Kamis, Bagaimana Niat dan Pahalanya? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Karena Al Quran itu merupakan petunjuk dari Allah SWT kepada umat Manusia.
“Bila ada pembaca Al-Qur’an, maka kita dengarkan, kita hayati, renungi, dan kita berusaha pahami untuk kita amalkan isinya,” Kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip pada Senin, (9/1/2023).
Berkenaan dengan pria yang nyawer Qoriah, Ustadz Adi Hidayat secara tegas mengatakan tidak pantas memperlakukan seperti itu, dan jauh dari nilai-nilai kemuliaan Allah SWT.
“Tidak pantas, dan tidak elok memperlakukan pembaca Al- Qur’an dengan sikap yang tentunya jauh dari nilai-nilai kemuliaan,” tutur Ustadz Adi.
Baca Juga: Beredar Video Ferdy Sambo Asuh Arka Dikawal Brigadir J hingga Bharada E
Bahkan kita yang mendengar lantunan kitab suci saja sudah dianggap hal yang kurang baik, dan menyalahi ketentuan Al Quran
“Mendengar dengan acuh saja sudah dianggap hal yang kurang baik, menyalahi ketentuan Al-Qur’an,” ungkap Adi Hidayat.
“Dengarkan, fokus, diam, renungi, maka apabila ada yang lebih dari itu kiranya patut untuk diperbaiki,” jelas Ustadz Adi Hidayat.
Lebih lanjut Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa Qoriah itu untuk dihormati, didengar, dan direnungi.
Baca Juga: Ramalan Hard Gumay Soal Tsunami 2023 Seolah Terjawab, BMKG pun Prediksikan Hal Serupa di Daerah Ini
Bukan untuk diteriaki, bahkan sampai disawer dengan duit.
“Pembaca Al-Quran bukan untuk di sawer, bukan untuk diteriaki, namun untuk dihormati, didengar, direnungi,” ujar Ustadz.
Terlebih, setiap bacaan ayat suci itu mengandung pahala, dan harus punya adab bagi pembaca maupun pendengar.
“Setiap bacaannya mengandung pahala, setiap pembacanya mesti punya adab, setiap pendengarnya mesti menyimak,” pungkas ustadz Adi Hidayat.