AYOJAKARTA.COM--Mbah Moen pernah menjelaskan tentang ciri-ciri dari kedatangan hari akhir atau hari kiamat.
Sebagai umat muslim, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk percaya akan datangnya hari akhir atau hari kiamat nanti.
Hari kiamat memang menjadi misteri yang kedatangannya tidak bisa diprediksi oleh siapapun, termasuk para ulama.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang diyakini sebagai pertanda bahwa hari kiamat sudah semakin dekat menurut beberapa orang, termasuk Mbah Moen.
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube ppalanwarsarang, Mbah Moen sempat menjelaskan tanda-tanda datangnya hari kiamat kubra atau kiamat besar.
Menurutnya, kiamat tidak akan terjadi ketika masih ada orang yang berdzikir kepada Allah SWT.
“Kiamat itu tidak akan terjadi selagi di dunia masih ada orang yang berdzikir,” dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube ppalanwarsarang.
“Jadi sekarang, kapan itu kiamat? Kalau sudah tidak ada orang yang berdzikir,” tegasnya.
Mbah Moen kemudian menyampaikan, bahwa manusia tidak akan lepas dari dzikir untuk mengetahui kebesaran Allah.
“Manusia tidak akan bisa terlepas dari berdzikir untuk mengetahui Allah,” ujarnya.
Melanjutkan, Mbah Moen lalu memberi penjelasan tentang kebesaran dari lafadz Allah yang selalu diucapkan ketika berdzikir.
“Sekarang mari kita berfikir lafadz Allah itu hurufnya Alif, Lam, Ha. Sekarang yang sama dengan lafadz Allah itu tidak akan ada,” ucapnya.
“Lafadz Allah itu kalau dibuang hurufnya dari depan malah menjadikan semakin dekat dengan Allah,” ujar Mbah Moen.
Beliau menegaskan, bahwa setiap huruf dari lafadz Allah apabila dihapus satu per satu masih tetap akan menunjukkan makna yang sama.
Baca Juga: Ingin Rezeki Lancar dan Penuh Berkah? Ikuti 5 Wasiat dari Mbah Moen Berikut!
“Kamu itu tidak akan bisa dekat dengan Allah kalau tidak dibuang huruf Alifnya. Kalau dibuang alifnya maka menjadi lillah (karena Allah),” jelas Mbah Moen.
Seseorang di dunia ini bisa saja masuk surga apabila ia beramal karena Allah, lafadznya adalah lillah.
“Orang itu bagaimanapun juga dapat masuk surga kalau beramal ada yang lillahi ta’ala, karena Allah,” ujarnya.
Sementara itu, ia kemudian menjelaskan ketika huruf lam nya dihapus dan hanya tinggal huruf ha saja.
Baca Juga: Pesan Syekh Ali Jaber agar Rejeki Lancar: Lakukan 4 Amalan Sederhana Ini
“Lafadz lillah kalau dibuang lam-nya artinya untuk-Nya (Allah). Orang kalau sudah mengerti Allah, maka tidak akan teringat selain Allah,” ungkap Mbah Moen.
“Dihilangin lamnya tinggal ‘hu’, hu itu cuma tinggal Allah saja. Makanya kalau ada orang yang sudah menjadi wali itu dzikirnya hu hu hu,” tuturnya.
Mbah Moen kemudian kembali menegaskan, bahwa tiada kata di dunia ini yang memiliki karakteristik sama dengan lafadz Allah.
Baca Juga: Camkan! Mbah Moen Peringatkan Soal Poligami: Saya Terpaksa Jelaskan Omongan Ini, Karena...
“Jadi di dunia ini, ada kata yang kalau dihilangkan dari awal menunjukkan kedekatan dengan Allah,” ujarnya.
“Semua lafadz kalau dibuang hurufnya itu berubah, berbeda dengan lafadz Allah yang kalau dibuang malah merasuk ke hati,” pungkasnya.
Itulah penjelasan Mbah Moen tentang tanda-tanda kiamat dan keajaiban lafadz Allah dalam dzikir yang patut untuk direnungi sebagai umat muslim.