Khazanah

Bagaimana Hukum Memperingati Hari Ibu 22 Desember Dalam Islam? Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad Berikut

Oleh: Dyah Arum Ratri Senin 19 Des 2022, 11:56 WIB
Bagaimana Hukum Memperingati Hari Ibu 22 Desember Dalam Islam? Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad Berikut

AYOJAKARTA.COM – Momen peringatan Hari Ibu akan tiba sebentar lagi.

Peringatan Hari Ibu jatuh setiap tanggal 22 Desember pada setiap tahunnya.

Lalu sebenarnya bagaimana hukum memperingati Hari Ibu dalam Islam?

Baca Juga: Putri Candrawathi Tak Gunakan Gelangnya Lagi, Ronny Talapessy: Tetap Saja Pakai Misal Tidak Terjadi Apa-apa

Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @aldealfery pada (13/12/2022), Ustadz Abdul Somad atau biasa disapa UAS menjelaskan perihal hukum memperingati Hari Ibu.

Awalnya Ustadz Abdul Somad mendapat pertanyaan dari jamaah pengajian, “Hari ini adalah Hari Ibu 22 Desember setiap tahunnya dirayakan oleh kita di Indonesia dan di luar negeri. Bagaimana hukum merayakannya?”

Baca Juga: Takut Kena Suspend, Dokter Tifa Hapus Cuitannya, Warganet: Kalau Ngomongnya Bener Gak Bakal di SuspendUAS lantas menjawab, “Saya

tak ingat hari ini hari emak.”

Kemudian Ustadz Abdul Somad menjelaskan lebih lanjut bahwa hal tersebut merupakan tradisi orang kafir.

“Orang yang ikut merayakan Hari Ibu, siapa yang ikut tradisi orang kafir maka kafirlah dia. Hari ini dibawakannya bunga, dibelikannya makanan, dibelikannya baju untuk emaknya habis itu baru ditengoknya lagi tahun depan, setahun sekali,” jelas Ustadz Abdul Somad.

UAS kemudian menjelaskan bahwa dalam Islam ad acara sendiri untuk menyanyangi ibu.

“Kalau sayang sama ibu bukan begitu caranya, jaga dia rawat dia, Ummuka…ummuka…ummuka,” tegas Ustadz Abdul Somad.

Baca Juga: Febri Diansyah Sebut Pengakuan Ferdy Sambo Sebagai Ksatria: Ungkap Siap Bertanggung Jawab dan Sudah Minta Maaf

Ustadz Abdul Somad kemudian melanjutkan penjelasannya tentang hukum mengucapkan selamat Hari Ibu.

“Apakah mengucapkan selamat Hari Ibu dibolehkan? Tidak,” jawab UAS dengan tegas.

“Ulama mengharamkan mengikuti tradisi orang kafir. Ini orang kafir punya cerita, gak usah biar mereka mengajari kita berbakti pada orang tua,” imbuhnya.

Menurut UAS, memang beberapa ustadz ada yang berpendapat bahwa memperbolehkan tradisi-tradisi seperti itu, agar kita tanpa sadar mengikuti langkah Yahudi.

Baca Juga: Febri Diansyah Sebut Pengakuan Ferdy Sambo Sebagai Ksatria: Ungkap Siap Bertanggung Jawab dan Sudah Minta Maaf 

“Kalian akan ikut tradisi orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal sampai-sampai kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak , kamu pun ikut juga ke dalam,” ujar UAS.

“Ikut acara apa? Valentine, April Mop, Jingle Bells, Marry Christmast and Happy New Year, Motehrday,” tambahnya.

Namun Ustadz Abdul Somad sendiri termasuk ulama yang mengharamkan tradisi peringatan seperti itu.

“Bertepatan hari ini 22 Desember merupakan Hari Ibu, dan dua orang mengingatkan saya hari ini. Maka kebiasaan kita adalah membuat ucapan selamat Hari Ibu,” ucap UAS.

“Jangan katakan kita, saya tak ada mengucapkan Hari Ibu kepada Emak saya,” tuturnya.

Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan, “Dulu kita diperangi dengan meriam dengan tembak, sekarang kita diperangi dengan brain wash, brain otak, wash cuci, brainwash cuci otak.” ***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Vincensia Enggar Larasati