Khazanah

Apa Itu Gempa Megathrust? Ternyata Asal Mula Lahirnya Indonesia Sebagai Negara Kepulauan!

Oleh: Karseno AJ Selasa 06 Des 2022, 15:16 WIB
Apa Itu Gempa Megathrust? Ternyata Asal Mula Lahirnya Indonesia Sebagai Negara Kepulauan!

AYOJAKARTA.COM - Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan dan berpotensi mengalami bencana geologi akibat gempa bumi.

Hal ini terjadi karena adanya interaksi antara Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Lempeng Pasifik serta Lempeng Laut Filipina yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan gempa bumi.

Pada 26 Desember 2004, gempa bumi jenis megathrust dengan kekuatan 9,1 skala richter pernah terjadi di Banda Aceh.

Akibat gempa tersebut, peristiwa tsunami kemudian terjadi dan berdampak hingga ke 15 negara.

Baca Juga: Jember Beberapa Kali Diguncang Gempa, BMKG: Hati-hati Terhadap Gempa Susulan

Gempa yang tercatat sebagai salah satu dari lima peristiwa geologis terbesar dalam sejarah tersebut juga menelan korban mencapai lebih dari 230 ribu jiwa.

Berdasarkan catatan BPS, frekuensi gempa bumi di Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebanyak 8.368 kali.

Sedangkan pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 25,7 persen atau sebanyak 10.519 kali.

Sebagian besar gempa bumi di Indonesia tersebut tergolong sebagai gempa kecil dengan kekuatan kurang dari 4 SR.

Baca Juga: Tsunami Akibat Gempa Megathrust 9,1 M Diperkirakan Terjadi di Pulau Jawa, Simak Sebaran Tinggi Gelombangnya!

Terkait gempa megathrust, Dwikorita Karnawati selaku Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi pernyataan.

“Peristiwa gempa bumi terjadi karena adanya pergerakan dan tumbukkan antara lempeng-lempeng tektonik,” ujar Rita.

Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan bahwa gempa bumi megathrust adalah gempa yang terjadi di zona kontak antar lempeng.

“Gempa yang ditimbulkan di zona itu, pada kedalaman kurang lebih 50 KM dari permukaan bumi disebut gempa zona megathrust,” tambahnya.

Baca Juga: Gempa Guncang Jember Jawa Timur, Berkekuatan Magnitudo 6,0 dengan Kedalaman 10 Km

Gempa yang hanya bisa diketahui oleh sensor seismograf, tergolong sebagai gempa kecil sedangkan gempa besar memiliki kekuatan 8 sampai 9 magnitudo.

Jenis gempa bumi yang perlu diwaspadai adalah gempa berkekuatan besar yang bersifat merusak atau katastropik.

“Jika patahan lempeng mengarah vertikal ke atas atau mengarah ke bawah sehingga terjadi longsor di bawah laut, maka dapat menyebabkan tsunami,” kata Rita.

Rita menambahkan bahwa sejak tahun 1600, gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8 pernah terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Gempa Jember Patut Diwaspadai, BMKG: Meski di Luar Zona Megathrust, Tapi Dapat Memicu Tsunami

Gempa Bengkulu 2007, Pangandaran pada 2006, Nias pada 2005, Aceh pada 2004, di Banyuwangi pada 1994 adalah gempa besar yang masuk dalam katalog BMKG.

“Adanya pergerakan lempeng, bukti bahwa planet bumi masih memiliki denyut kehidupan, bahkan kepulauan Indonesia lahir karena lempeng yang bertumbukkan”, jelas Rita.

Demikian dikutip Ayojakarta.com pada Selasa, 6 Desember 2022 dari kanal YouTube IDX Channel.***

Reporter Karseno AJ
Editor Fathul Amanah