TEBET, AYOJAKARTA.COM— Guru Besar Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Rofikoh Rokhim mengembangkan aplikasi pendidikan DIDIQ untuk meningkatkan kulitas pendidikan di Indonesia dan juga meningkatkan kesejahteraan para guru.
Aplikasi yang mengusung konsep bimbingan belajar, DIDIQ ingin mengambil sudut berbeda dari kebanyakan edutech yang selama ini sudah ramai mengisi pasar aplikasi pendidikan.
"Kekuatan DIDIQ adalah menyediakan platform interaksi dua arah antara guru dan siswa dimanapun mereka berada di seluruh Indonesia. Kapan pun mereka memerlukan bantuan dalam pelajaran, akses ke guru berkualitas sangat mudah dilakukan,” kata Rofikoh.
Hanya dengan membuka aplikasi dan mengunggah pertanyaan, seketika sistem akan menghubungkan siswa dengan guru yang siap membantu secara daring. Harapannya, siswa di pelosok daerah bisa punya kemewahan yang sama untuk bisa belajar dari guru berkualitas.
“Poin penting yang ingin dicapai adalah pemerataan kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi,” ujarnya.
AYO BACA : Ini Perusahaan Sekuritas Pertama di Daerah
Uniknya, sistem yang dijalankan pada aplikasi DIDIQ adalah sharing economy yang berbasiskan social enterprise. Artinya, sebagian besar dari biaya yang dibayarkan oleh siswa akan dibagikan kepada guru yang bersedia membantu.
Dengan harga yang begitu terjangkau hanya dengan Rp5.000 per satu pertanyaan, DIDIQ juga ingin berperan dalam membantu siswa yang kurang mampu namun memiliki tekad yang kuat untuk belajar. Di saat yang sama platform ini tidak hanya memberikan wadah untuk pengabdian guru, namun juga memberikan manfaat finansial untuk turut meningkatkan kesejahteraan para pendidik dan pengajar.
Selain itu, dari dana operasional akan disisihkan untuk mengurangi kesenjangan antara kota besar dan kota kecil sehinga akan dikelola untuk diberikan subdisi kepada guru dan Siswa di daerah pedalaman yang kurang mampu membeli peralatan dan pulsa, pelatihan guru untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, serta akan dibentuk menjadi dana beasiswa untuk membantu putra-putri Indonesia dapat memperoleh akses ke universitas terbaik di dunia.
Bagi siswa ataupun guru yang ingin bergabung dalam aplikasi DIDIQ dapat mengunjungi situs h ttps://www.didiq.id dan akan segera tersedia di Google Play Store. Saat ini guru yang bergabung telah mencapai 4.800 orang dari 2.700 institusi sekolah di seluruh Indonesia.
"Sebanyak 70% Guru yang telah bergabung berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Semoga kelak juga ada guru pendamping khusus yang mendaftar untuk membimbing belajar Anak Berkebutuhan Khusus," ujarnya.
Dengan peluncuran aplikasi ini, Rofikoh berharap kemudahan ini dapat dirasakan oleh semua kalangan, dari Siswa, Guru, hingga orang tua yang di saat pandemi seperti ini harus berpikir ekstra keras mendampingi putra-putri mereka dalam belajar.